Khotbah Jumat
Teks Khotbah Jumat dari Kemenag: Menyambut Ramadan dengan Riang Gembira
Kementerian Agama RI merilis panduan khotbah Jumat untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah, yang mengajak seluruh umat Muslim di Indonesia
Ringkasan Berita:
- Ramadan merupakan momentum emas untuk melakukan "pembersihan jiwa" dan memperbaiki diri melalui pusat pelatihan ibadah (seperti puasa, tarawih, dan tadarus) agar iman menjadi lebih kuat setelah bulan suci berakhir
- Menyambut Ramadan dengan perasaan gembira dan penuh syukur adalah cerminan kedalaman iman seseorang, sekaligus bentuk penghargaan terhadap fasilitas pengampunan
- Selain dimensi ibadah, Ramadan di Indonesia mempererat kohesi sosial melalui tradisi saling memaafkan dan silaturahmi
TRIBUNGORONTALO.COM – Kementerian Agama RI merilis panduan khotbah Jumat untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah, yang mengajak seluruh umat Muslim di Indonesia untuk menyongsong bulan suci dengan rasa syukur dan sukacita.
Materi ini menitikberatkan pada kesiapan diri dari aspek batiniah, mental, hingga hubungan kemasyarakatan.
Selain sebagai ajang melatih pengendalian diri, Ramadan dipandang sebagai momentum emas untuk memperkuat kualitas iman, memperbaiki perilaku, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama.
Kegembiraan dalam menyambut bulan penuh berkah ini pun disebut sebagai wujud nyata dari kedalaman iman seseorang.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Sambut Ramadan dengan Riang Gembira
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيقِهِ الْقَوِيمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِينِهِ الْمُسْتَقِيمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلَى جَنَّاتِ النَّعِيمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيمُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِي الْفَضْلِ الْجَسِيمِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيمِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ : شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أَخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدِيكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dimuliakan Allah, Segala puji bagi Allah Swt atas karunianya kita berjumpa dengan hari Jum’at ini, Jum’at yang semakin mendekatkan kita dengan bulan Ramadan.
Mudah-mudahan Allah Swt memberi kita kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadan. Selawat dan salam kita sampaikan kepada nabi kita, Nabi Muhammad saw. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya.
Sebagai seorang khatib, tentunya memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan jemaah tentang pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan berarti melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat. Dunia ini hanyalah ladang untuk menanam amal, sedangkan akhirat adalah tempat kita memetik hasil dari apa yang telah kita kerjakan.
Jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah, Tidak seorang muslim pun yang tidak gembira menyambut kedatangan Ramadan, meski alasan gembiranya berbeda-beda.
Di Indonesia, Ramadan bukan hanya momentum agama spiritual, tetapi juga adalah momentum sosial, ekonomi, dan sedikit politik.
Semua momentum tersebut menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Jelas Ramadan adalah momentum spiritual agama, karena itu adalah kesempatan bagi setiap muslim untuk me-restart dan me-refresh kehidupan spritualnya agar kembali bersih dari segala dosa dan juga segar dari kepengapan disorientasi kehidupan dari yang sesungguhnya.
Ketika Ramadan datang, Allah Swt seperti menyediakan pusat pelatihan selama sebulan yang dilengkapi instruktur yaitu para ulama, materi berupa ceramah dan renungan, dan ritual-ritual seperti tarawih, tahajud, dan membaca Al-Qur’an. Targetnya adalah kehidupan spiritual yang lebih baik setelah Ramadan.
Paling tidak, aura Ramadan bisa menekan kata-kata atau jargon-jargon yang harusnya kasar menjadi sedikit terkendali. Paling tidak, di acara buka puasa bersama, di antara banyaknya perbedaan kepentingan politik, ada yang sama yaitu sama-sama muslim dan sesama muslim seharusnya saling menghargai. Hadirin jemaah salat Jum’at yang dimuliakan Allah, Ada doa dari menantu Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib yang layak dibaca tentang Ramadan. Doa itu berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Khotbah-jumat-jujur.jpg)