Sains Populer
Hasil Studi Global, Olahraga Lari, Berenang, dan Menari Efektif Redakan Depresi
Penelitian global menemukan olahraga, khususnya aerobik, efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Aktivitas fisik dinilai memiliki efektivitas
Ringkasan Berita:
- Penelitian global menemukan olahraga, khususnya aerobik, efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
- Aktivitas fisik dinilai memiliki efektivitas setara bahkan melampaui terapi dan pengobatan.
- Olahraga berpotensi menjadi metode utama penanganan kesehatan mental karena mudah diakses dan memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan fisik.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Olahraga aerobik seperti berlari, berenang, dan menari disebut sebagai salah satu metode paling efektif untuk mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Temuan ini berdasarkan tinjauan menyeluruh terhadap berbagai penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.
Hasil kajian menunjukkan olahraga, khususnya yang dilakukan secara terarah dan berkelompok, memiliki manfaat besar dalam menurunkan gejala depresi.
Sementara itu, olahraga dengan intensitas lebih ringan dan durasi lebih pendek, yakni hingga delapan minggu, dinilai lebih efektif untuk meredakan kecemasan.
Olahraga Dinilai Setara atau Lebih Efektif dari Terapi dan Obat
Penelitian tersebut menyebutkan semua jenis olahraga memiliki efektivitas yang setara bahkan dapat melampaui pengobatan maupun terapi psikologis, tanpa dipengaruhi faktor usia atau jenis kelamin.
Depresi dan kecemasan diketahui memengaruhi hingga satu dari empat orang di dunia. Kelompok yang paling banyak terdampak adalah kalangan muda dan perempuan.
Baca juga: Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung
Peneliti juga menyebutkan bahwa sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan olahraga mampu menjadi alternatif yang efektif dibanding terapi psikologis dan pengobatan dalam mengurangi gejala gangguan mental.
Melibatkan Puluhan Ribu Peserta Berbagai Usia
Penelitian ini menganalisis berbagai data uji coba terkontrol secara acak yang membandingkan olahraga dengan aktivitas lain, plasebo, atau tanpa intervensi.
Untuk depresi, penelitian melibatkan 57 analisis data gabungan yang mencakup 800 studi dengan total 57.930 peserta berusia 10 hingga 90 tahun.
Para peserta merupakan individu yang didiagnosis depresi klinis atau mengalami gejala depresi tanpa kondisi kesehatan lain.
Jenis olahraga yang dianalisis meliputi olahraga aerobik, latihan kekuatan, olahraga berbasis tubuh dan pikiran seperti yoga, tai-chi, dan qigong, serta kombinasi berbagai jenis latihan.
Sementara itu, untuk kecemasan, penelitian mencakup 24 analisis data gabungan dari 258 studi dengan 19.368 peserta berusia 18 hingga 67 tahun.
Dampak Terbesar pada Kaum Muda dan Ibu Baru Melahirkan
Hasil analisis menunjukkan olahraga memberikan dampak sedang dalam menurunkan gejala depresi dan dampak kecil hingga sedang dalam mengurangi kecemasan.
Manfaat terbesar ditemukan pada kelompok dewasa muda berusia 18 hingga 30 tahun serta perempuan yang baru melahirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gorontalo-Half-Marathon-8888.jpg)