Berita Nasional
Pengalaman Pahit Kapolres Lamongan, Lapor Kehilangan Sepeda Malah Ditanya Harga
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengungkap pengalaman pribadi yang pernah dialaminya saat menjadi korban pencurian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LAPOR-POLSI-Kapolres-Lamongan-AKBP-Arif-Fazlurrahman-membangikan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengungkap pengalaman pernah mendapat pelayanan kurang baik saat melaporkan kehilangan sepeda enam tahun lalu.
- Ia mengaku sempat emosi karena petugas lebih menanyakan nilai barang dibanding menanggapi laporan.
- Pengalaman tersebut ia jadikan pengingat agar anggota Polri memberikan pelayanan empati kepada masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM — Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengungkap pengalaman pribadi yang pernah dialaminya saat menjadi korban pencurian.
Ia mengaku pernah mendapatkan pelayanan yang kurang menyenangkan ketika melaporkan kehilangan sepeda miliknya ke kantor polisi.
Cerita tersebut dibagikan Arif melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahannya, ia mengenang kejadian yang dialami sekitar enam tahun lalu, jauh sebelum dirinya menjabat Kapolres Lamongan.
Arif menuturkan, sepeda miliknya hilang dicuri dan ia memutuskan mendatangi kantor polisi sektor untuk membuat laporan resmi. Saat itu, ia sengaja tidak memperkenalkan dirinya sebagai anggota Polri.
Menurutnya, saat tiba di kantor polisi, ia dilayani oleh petugas piket. Namun, sikap petugas tersebut dinilai kurang responsif.
Baca juga: Tragis! Bocah 5 Tahun di Dompu NTB Meninggal Diduga Dicekik Ayah Sendiri
“Waktu itu saya masih berdiri, bahkan belum dipersilakan duduk,” kata Arif.
Ia juga menyebut, petugas justru menanyakan harga sepeda yang hilang sebelum menindaklanjuti laporannya. Pertanyaan tersebut membuatnya merasa kecewa dan tersinggung.
Situasi tersebut memicu emosinya hingga melontarkan kemarahan kepada petugas. Arif mengaku sempat meminta agar Kapolsek dipanggil, sekaligus mengungkap bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Kapolsek.
Setelah mengetahui latar belakang Arif, sikap petugas disebut berubah dan menjadi lebih sigap melayani.
Melalui kisah tersebut, Arif menegaskan bahwa pengalamannya menjadi refleksi penting bagi anggota kepolisian agar memberikan pelayanan yang mengedepankan empati kepada masyarakat.
Ia menilai laporan kehilangan, sekecil apa pun nilainya, tetap memiliki arti besar bagi korban.
“Jangan meremehkan masalah orang. Nilai barang boleh saja kecil, tetapi bisa sangat berarti bagi pemiliknya,” ujarnya.
Arif juga berharap tidak ada lagi aparat yang mengabaikan laporan masyarakat.
| Modus Korupsi Fadia Arafiq Terbongkar, ART jadi Direktur Perusahaan, Tugas Tarik Uang dari Rekening |
|
|---|
| Nama 10 Produk Obat dan Makanan Ilegal Paling Banyak Dijual di Marketplace Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Terungkap! 7 Juta Warga Indonesia Kelebihan Berat Badan atau Obesitas |
|
|---|
| Perang Iran Vs Amerika Makin Menegangkan! Evakuasi WNI Dimulai Hari Ini |
|
|---|
| Jelang Lebaran, BPOM Siap Sidak Parsel Nakal yang Berisi Produk Tak Layak |
|
|---|