Selasa, 10 Maret 2026

Berita Sulutenggo

Kronologi Sakti Tangahu Warga Bolmut Terjebak di Kamboja, Alami Penyiksaan Sadis

Warga Desa Bolangitan II, Kecamatan Bolangitan Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Sakti Tangahu (33

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kronologi Sakti Tangahu Warga Bolmut Terjebak di Kamboja, Alami Penyiksaan Sadis
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI SCAM -- Sakti Tangahu menjadi korban diduga TPPO. Ia awalnya dijanjikan bekerja di Vietnam, namun malah berakhir di Kamboja. 

“Di tiket memang tertulis Ho Chi Minh. Saya baru tahu itu Vietnam setelah bertanya ke teman,” ungkapnya.

Setibanya di Vietnam pada sore hari, rombongan dijemput oleh pihak yang tidak mereka kenal.

Mereka kemudian dibawa menggunakan kendaraan darat selama sekitar tiga hingga empat jam.

Dalam perjalanan, mereka melewati dua pos pemeriksaan. Saat itu, paspor seluruh rombongan dikumpulkan oleh pihak tertentu.

“Kami berhenti di satu imigrasi, paspor dikumpul. Tidak lama kemudian berhenti lagi di imigrasi lain. Saya tidak tahu kalau itu sudah masuk Kamboja,” tuturnya.

Sakti mengaku baru menyadari dirinya telah diselundupkan secara ilegal setelah kembali ke Indonesia.

Dipaksa Bekerja Menipu Korban

Setibanya di kawasan perusahaan di Kamboja pada malam hari, Sakti sempat dibawa ke tempat hiburan. Namun keesokan harinya, ia langsung dipaksa bekerja.

“Saya disuruh duduk di depan komputer dan diberi skrip. Setelah dibaca, ternyata itu untuk menipu orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tugas mereka mencari korban melalui media sosial Facebook.

Target utama adalah tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di luar negeri, seperti di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Thailand, hingga Timur Tengah.

“Kami diminta kirim pertemanan, membangun komunikasi, bahkan pura-pura menjalin hubungan asmara sampai korban percaya,” katanya.

Setelah korban percaya, mereka diarahkan melakukan panggilan video bermuatan intim.

Rekaman tersebut kemudian digunakan untuk mengancam korban agar mengirimkan uang.

Tidak Digaji dan Berujung Kekerasan

Selama sekitar tiga bulan bekerja, Sakti mengaku tidak pernah menerima gaji meskipun dijanjikan upah bulanan.

“Katanya ada gaji, tapi selalu dipotong dengan berbagai alasan, seperti biaya perjalanan dan target kerja. Saya tidak pernah memegang uang itu,” jelasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved