Tribun Podcast
5 Poin Penting Tribun Podcast Bersama Wakapolres Gorontalo, Soroti Ancaman Kejahatan Siber Anak
Ancaman kejahatan siber kini semakin meluas dan tidak lagi hanya menyasar orang dewasa. Anak-anak justru menjadi kelompok yang paling
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
“Bentuk penanganannya berbeda-beda, tergantung dampak dan kerugian yang ditimbulkan,” tambahnya.
Kompol Wanda mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan identitas digital, termasuk foto profil dan akun media sosial.
3. Pengawasan Orang Tua Menjadi Kunci Pencegahan
Dalam upaya mencegah kejahatan siber terhadap anak, Kompol Wanda menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua.
Ia menyoroti masih banyak anak usia dini yang sudah diberikan akses perangkat digital tanpa pengawasan maupun edukasi yang memadai.
“Kalau orang tua sudah memberikan handphone, harus dibarengi dengan pengetahuan. Apa yang boleh, apa yang tidak,” tegasnya.
Menurutnya, orang tua perlu rutin memantau aktivitas digital anak, termasuk pergaulan mereka di media sosial. Ia juga menilai komunikasi terbuka di lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam melindungi anak.
“Kadang anak di rumah terlihat baik-baik saja, tapi di luar bisa berbeda. Kalau anak tidak mendapatkan kasih sayang di rumah, dia bisa mencari di tempat lain,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sering dimanfaatkan pelaku child grooming dengan pendekatan emosional di media sosial.
“Pelaku biasanya tampil sebagai sosok penyayang di media sosial. Anak merasa diperhatikan, padahal itu jebakan,” ujarnya.
4. Korban Anak Dijamin Mendapat Perlindungan Hukum
Kompol Wanda memastikan korban anak tidak perlu takut melapor karena kepolisian memiliki mekanisme perlindungan khusus.
“Pelapor anak biasanya didampingi orang tua atau orang dewasa. Kami juga melibatkan pendamping dari dinas terkait, perlindungan perempuan dan anak, hingga dinas sosial,” jelasnya.
Ia menegaskan identitas korban anak akan dijaga secara ketat selama proses hukum maupun saat penyampaian informasi ke publik.
“Nama disamarkan, wajah di-blur. Data privasi kami jaga,” tegas Kompol Wanda.
Menurutnya, keberanian korban untuk melapor menjadi langkah awal dalam menghentikan potensi kejahatan yang lebih luas.
5. Kreator Konten Diminta Lebih Bertanggung Jawab
Fenomena korban yang memilih mengungkap kasus melalui media sosial juga menjadi sorotan. Kompol Wanda mengingatkan bahwa penyebaran identitas korban, terutama anak, dapat menimbulkan dampak jangka panjang.