Berita Ekonomi
Lima Pejabat OJK dan BEI Mundur, Ini Analisis Pengamat soal Dampaknya
Gejolak besar mengguncang pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat merosot dari level 8.000 ke
Dalam wawancara tersebut, Herry juga menjelaskan kuatnya pengaruh MSCI terhadap pergerakan investor global.
Menurutnya, lembaga pemeringkat seperti MSCI memiliki reputasi independen dan kredibilitas tinggi, sehingga penilaiannya dijadikan rujukan utama oleh investor asing.
“Di pasar modal, MSCI itu seperti Standard & Poor’s di pasar surat utang. Kalau mereka menilai tata kelola buruk, efeknya bukan sanksi hukum, tapi sanksi moral berupa hilangnya kepercayaan,” jelasnya.
Herry menegaskan bahwa lembaga seperti MSCI tidak bisa dilobi oleh pemerintah.
Integritas dan independensi menjadi modal utama mereka selama puluhan tahun, sehingga campur tangan politik justru akan merusak kredibilitas lembaga tersebut.
Ia juga mengaitkan tekanan di pasar modal dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, ketika investor asing melepas saham akibat kekhawatiran risiko, mereka akan menukar rupiah hasil penjualan dengan dolar, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang nasional.
“Kebutuhan dolar meningkat, rupiah dijual. Ini yang membuat rupiah tertekan,” paparnya.
Kondisi tersebut, lanjut Herry, memaksa Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas. Jika tekanan berlanjut, dampaknya bisa menjalar ke sektor riil melalui kenaikan biaya impor, yang pada akhirnya memicu inflasi dan membebani masyarakat.
Menanggapi mundurnya lima pejabat OJK dan BEI, Herry menilai langkah itu tidak memberikan dampak positif bagi pasar.
Ia menunjuk fakta bahwa IHSG tetap melemah sebagai bukti bahwa kepercayaan investor belum pulih.
“Masalah utama pasar modal kita adalah trust. Ketika pengawas justru mundur, pasar melihat seolah persoalan ditinggalkan. Padahal yang ditunggu investor adalah solusi konkret untuk memenuhi tuntutan MSCI,” pungkasnya. (Tribun Network/Yuda)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEJABAT-BEI-OJK-MUNDUR-Pengamat-ekonomi-yang-juga.jpg)