Berita Nasional
Pakar Pariwisata UNS Nilai Promosi Banda Neira Pakai AI oleh Fadli Zon Kurang Tepat
Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam promosi wisata Banda Neira yang diunggah Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/WISATA-Banda-Neira-atau-Banda-Naira-adalah-s.jpg)
AI seharusnya hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan menggantikan citra asli lokasi wisata yang dipromosikan.
“Jika AI sampai mengubah persepsi keaslian destinasi, maka ini bisa berdampak pada citra yang diterima wisatawan,” ujarnya.
Ia menilai, ketergantungan berlebihan terhadap AI berpotensi mengikis kepercayaan wisatawan.
Ketika realitas di lapangan tidak sesuai dengan gambaran visual yang dipromosikan, maka kekecewaan wisatawan sulit dihindari.
Tomi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur penggunaan AI dalam promosi destinasi pariwisata.
Kendati tidak melanggar secara hukum, penggunaan AI tetap perlu dikendalikan secara etis.
“Implikasi terbesarnya adalah pada kepercayaan calon wisatawan terhadap destinasi tersebut di masa depan,” tegasnya.
Sebelumnya, unggahan Fadli Zon di akun Instagram pribadinya yang menampilkan visual pemandangan Kepulauan Banda menuai kritik warganet.
Sejumlah pengguna media sosial menyoroti penggunaan gambar berbasis AI alih-alih foto asli Banda Neira.
Beberapa netizen menyampaikan kekecewaan, terutama warga Banda Neira, yang menilai masih banyak dokumentasi asli daerah tersebut yang layak ditampilkan untuk promosi wisata.
“Banyak foto Banda Neira yang asli dan bagus, kenapa harus pakai gambar AI?” tulis salah satu akun.
Komentar serupa juga datang dari warganet lain yang mengaku sebagai warga Banda Neira dan merasa kecewa karena penggunaan AI dinilai dapat menimbulkan persepsi keliru bagi wisatawan.
Sebagai informasi, Kepulauan Banda berada di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Wilayah ini terdiri dari dua kecamatan administratif, yakni Kecamatan Banda dan Kecamatan Kepulauan Banda. Berdasarkan data tahun 2025, Kecamatan Banda dihuni 11.826 jiwa, sementara Kecamatan Kepulauan Banda berpenduduk 10.456 jiwa. (*)