Longsor Cisarua
Nama-nama Korban Meninggal Akibat Longsor Cisarua Bandung Barat, 4 Anggota Marinir
Tragedi memilukan menyelimuti Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah bencana longsor dan banjir bandang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petugas-menurunkan-kantong-jenazah-dari-m.jpg)
Ringkasan Berita:
- Empat prajurit Marinir dikonfirmasi gugur dan 19 lainnya masih hilang tertimbun material longsor saat menjalankan misi di lokasi kejadian pada Sabtu (24/1/2026)
- Tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah warga sipil melalui pemeriksaan medis dan saintifik, dari puluhan kantong jenazah yang telah dievakuasi dari zona merah
- Medan ekstrem, lumpur tebal, dan risiko longsor susulan menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan
TRIBUNGORONTALO.COM – Tragedi memilukan menyelimuti Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah bencana longsor dan banjir bandang menerjang pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Di tengah upaya evakuasi yang terus berpacu dengan waktu, kabar duka datang dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang kehilangan empat prajurit terbaiknya dalam musibah tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi mengonfirmasi bahwa terdapat puluhan prajuritnya yang ikut tertimbun material tanah saat menjalankan misi di lokasi kejadian.
Sebanyak 23 anggota Marinir dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan dan material lumpur yang sangat tebal.
Hingga Senin (26/1/2026), proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengenali sejumlah jenazah yang dievakuasi dari zona merah bencana.
Dari total korban yang ditemukan meninggal dunia, empat di antaranya dipastikan merupakan personel Marinir TNI AL.
Laksamana Muhammad Ali menyatakan bahwa duka ini merupakan kehilangan besar bagi institusi TNI AL.
Ia terus memantau proses pencarian terhadap belasan anggota lainnya yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang di bawah timbunan longsor.
Kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim gabungan dalam mengevakuasi para prajurit dan warga sipil lainnya.
Material longsor yang membawa bongkahan batu dan pepohonan besar menutup akses utama menuju titik lokasi para Marinir tersebut berada.
Selain prajurit TNI, sejumlah warga sipil juga telah teridentifikasi sebagai korban meninggal dunia.
Tim DVI Polri melaporkan telah menerima puluhan kantong jenazah, di mana beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan akibat hantaman material banjir bandang.
Hingga Minggu petang, setidaknya 11 nama korban telah berhasil diidentifikasi secara medis dan saintifik.
Data ini mencakup identitas warga setempat yang tertimbun di dalam rumah mereka saat longsor terjadi pada pukul 03.00 WIB, ketika sebagian besar warga masih terlelap.