Longsor Cisarua
23 Anggota Marinir Jadi Korban Longsor Bandung Barat Saat Simulasi Penugasan Perbatasan RI-PNG
Tragedi kemanusiaan menyelimuti wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyusul bencana tanah longsor yang menelan korban jiwa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-lokasi-longsor-di-Desa-Pasirlangu-Kecamata.jpg)
Seketika itu juga, jalur komunikasi dengan para prajurit terputus total, memicu kekhawatiran mendalam di markas besar.
Hingga memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (25/1/2026), Tim SAR gabungan mulai membuahkan hasil meski dalam suasana duka.
25 Kantong Jenazah Dievakuasi
Total sebanyak 25 kantong jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor di wilayah Cisarua tersebut.
Pihak kepolisian melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bekerja cepat untuk mengidentifikasi identitas para korban.
Dari 25 kantong yang dievakuasi di hari kedua, 11 korban di antaranya telah berhasil diidentifikasi secara medis.
Sementara itu, 14 jenazah lainnya masih harus menjalani proses identifikasi lebih lanjut di rumah sakit rujukan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan pembaruan data terbaru pada Senin siang.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah kantong jenazah yang ditemukan kini telah bertambah menjadi 29 buah.
"Hingga hari ketiga pencarian, total yang kami serahkan kepada tim DVI mencapai 29 body bag," ungkap Syafii di Posko Basarnas Desa Pasirlangu.
Data dari BNPB juga mencatat bahwa setidaknya terdapat 113 warga dari 34 Kepala Keluarga yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban yang dilaporkan hilang, termasuk anggota Marinir, dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.
Operasi SAR kini difokuskan pada titik-titik koordinat yang telah dipetakan melalui pemindaian udara menggunakan drone thermal pagi ini.
Artikel ini dioptimasi dari KompasTV dan Tribun-Jabar.id