Minggu, 22 Maret 2026

Longsor Cisarua

23 Anggota Marinir Jadi Korban Longsor Bandung Barat Saat Simulasi Penugasan Perbatasan RI-PNG

Tragedi kemanusiaan menyelimuti wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyusul bencana tanah longsor yang menelan korban jiwa

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 23 Anggota Marinir Jadi Korban Longsor Bandung Barat Saat Simulasi Penugasan Perbatasan RI-PNG
Tribun Jabar
KORBAN LONGSOR -- Kondisi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2025). 25 anggota Marinir menjadi korban longsor. 

"Kita akan terus melaksanakan pencarian dengan teknologi, dengan drone, dan juga menggunakan thermal," tegas KSAL.

Selain perangkat digital, tim lapangan juga mengandalkan insting hewan pelacak untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan tanah.

Anjing pelacak dari unit K-9 dikerahkan untuk mempercepat proses pelokasian titik-titik yang dicurigai terdapat jenazah atau korban selamat.

Terkait keberadaan para prajurit di lokasi tersebut, KSAL menjelaskan bahwa mereka sedang mengemban tugas negara.

Puluhan anggota Marinir itu diketahui sedang melaksanakan latihan dalam rangka persiapan penugasan pengamanan perbatasan.

"Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas, untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI dan Papua Nugini (PNG)," tuturnya.

Latihan ini merupakan bagian vital dari kesiapan operasional prajurit sebelum diterjunkan ke daerah konflik atau perbatasan negara.

Soreang dan sekitarnya dipilih sebagai lokasi latihan karena kontur medan yang dianggap sesuai untuk simulasi penugasan.

Namun, cuaca ekstrem yang melanda Jawa Barat selama beberapa hari terakhir mengubah situasi menjadi bencana yang tak terduga.

Laksamana Ali menceritakan bahwa sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan sangat lebat selama hampir dua malam berturut-turut.

"Mungkin itu yang mengakibatkan longsor, dan secara kebetulan menimpa penduduk satu desa serta prajurit kita yang sedang berlatih," jelasnya.

Informasi mengenai hilangnya puluhan prajurit ini sebenarnya sempat beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial sebelum dikonfirmasi resmi.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa para personel TNI tersebut awalnya dibagi menjadi dua kelompok besar dalam simulasi latihan tempur.

Para anggota telah diberikan titik koordinat tujuan dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat malam.

Nahas, pada pukul 03.00 WIB dini hari, material tanah dari perbukitan jatuh menimbun area peristirahatan mereka.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved