Ramadan 2026
Persiapan Ramadan 2026: Simak Tips Dokter Agar Lambung Tetap Aman
Jelang Ramadan, persiapan puasa tak cukup soal fisik. Dokter menegaskan kesiapan mental jadi kunci agar puasa tetap sehat dan tenang.
Dalam proses adaptasi ini, sejumlah keluhan kesehatan yang pernah dialami sebelumnya bisa kembali muncul.
dr. Irwan menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi tubuh masing-masing.
“Pada saat benar-benar sudah masuk di bulan puasa sendiri, muncul enggak ini penyakit-penyakit yang memang biasanya saya suka muncul,” katanya.
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, seseorang dapat menjalani puasa dengan lebih tenang, tanpa kepanikan, sekaligus tetap menjaga produktivitas sehari-hari.
3. Fase Idul Fitri: Waspada Pola Makan Lebaran
Tantangan kesehatan tidak berhenti saat Ramadan usai. Justru, fase Idul Fitri kerap menjadi ujian tersendiri, khususnya terkait pola konsumsi makanan.
Hidangan khas Lebaran yang kaya santan dan sambal hampir selalu hadir di meja makan keluarga.
Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut berisiko mengganggu kesehatan.
“Menu Idul Fitri itu enak-enak, santan semua, sambal,” ujar dr. Irwan.
Menurutnya, kesadaran sejak awal akan membantu seseorang menikmati sajian Lebaran secara lebih bijak tanpa mengorbankan kondisi tubuh.
4. Fase Pasca-Lebaran: Evaluasi Kondisi Kesehatan
Setelah melewati Ramadan dan Idul Fitri, tahap terakhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi kesehatan.
Pada fase ini, pemeriksaan kondisi tubuh perlu dilakukan untuk memastikan semuanya tetap dalam batas aman.
dr. Irwan menilai, pengecekan kesehatan sebaiknya menjadi langkah awal sebelum mengonsumsi obat atau menjalani tindakan medis tertentu.
“Sebelum saya minum obat dan lain sebagainya, saya cek dulu dong. Kolesterol gimana,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa_jpg.jpg)