Prabowo Subianto

Prabowo Temui Raja Inggris Bahas Nasib 57 Taman Nasional RI

Hubungan kerja sama Indonesia dan Inggris di bidang lingkungan hidup memasuki babak baru setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menutup sementara jalur pendakian Tilongkabila, Gorontalo. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu Raja Inggris Charles III di London untuk membahas kerja sama pelestarian lingkungan. 
  • Inggris berkomitmen mendukung pemulihan ekosistem di 57 taman nasional Indonesia, termasuk Way Kambas dan kawasan Peusangan di Aceh. 
  • Kerja sama ini mencakup konservasi satwa serta pengelolaan ekosistem berbasis kajian lembaga lingkungan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Hubungan kerja sama Indonesia dan Inggris di bidang lingkungan hidup memasuki babak baru setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan resmi dengan Raja Inggris Charles III di London.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam mendukung pemulihan ekosistem dan pelestarian kawasan konservasi di Indonesia.

Agenda pertemuan berlangsung di Lancaster House, London, pada Rabu (21/1/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa isu lingkungan menjadi fokus utama pembahasan antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III.

Baca juga: Pelatih Real Madrid Incar Kepingan Puzzle Terakhir, Rekan Senegara Cristiano Ronaldo

Dalam pertemuan tersebut, Inggris menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam upaya pemulihan lingkungan di Indonesia, khususnya pada kawasan taman nasional.

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung perbaikan ekosistem dan memperkuat program konservasi yang telah berjalan.

Teddy menjelaskan, salah satu kawasan yang telah menjadi bagian dari kerja sama konservasi adalah Taman Nasional Way Kambas di Provinsi Lampung.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai pusat perlindungan dan pengelolaan gajah Sumatera.

Selain Way Kambas, kerja sama juga mencakup wilayah Peusangan di Aceh.

Kawasan ini merupakan lahan milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk dimanfaatkan dalam kepentingan pelestarian lingkungan.

Total lahan yang disiapkan untuk mendukung kegiatan konservasi tersebut mencapai sekitar 90 ribu hektare yang tersebar di sejumlah lokasi.

Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi konservasi gajah.

Penentuan fungsi kawasan akan dilakukan berdasarkan kajian teknis lembaga lingkungan, termasuk World Wide Fund for Nature (WWF).

Kajian tersebut akan menentukan pembagian area untuk perlindungan satwa tertentu serta pengelolaan ekosistem lainnya.

Kerja sama Indonesia dan Inggris ini diharapkan memperkuat upaya perlindungan lingkungan sekaligus mendorong keberlanjutan kawasan taman nasional yang memiliki nilai strategis bagi konservasi hayati Indonesia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved