Pesawat Hilang Kontak
Reski dan Muslimin, Pendaki Muda Pangkep Jadi Saksi Mata Ledakan Pesawat di Bulusaraung
Dua pendaki muda asal Pangkep, Reski (20) dan Muslimin (18), menjadi saksi mata langsung detik-detik pesawat ATR 42-500 jatuh d
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260118-Reski-dan-Muslimin-dua-pendaki-muda-3.jpg)
Sejak 2025, pesawat ini disewa KKP untuk mendukung misi pengawasan laut.
Dalam penerbangan terakhirnya, pesawat membawa tujuh awak dan tiga pegawai PSDKP.
Mereka dijadwalkan melakukan survei udara di Pesisir Selat Makassar.
Reski dan Muslimin kini menjadi saksi kunci dalam tragedi ini.
Keterangan mereka membantu memperkuat gambaran awal mengenai detik-detik pesawat menghantam lereng Bulusaraung.
Meski masih diliputi rasa takut, keduanya berani menceritakan pengalaman yang mereka alami.
Reski bahkan sempat merekam serpihan pesawat menggunakan ponselnya sebagai bukti awal.
Serpihan itu menunjukkan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dokumen yang ikut terhambur.
Kesaksian Reski dan Muslimin menjadi bagian penting dalam proses investigasi.
Mereka adalah saksi mata yang berada paling dekat dengan lokasi ledakan.
Kisah keduanya menambah dimensi human interest dalam tragedi aviasi ini.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Tim investigasi gabungan Indonesia dan ATR Perancis akan bekerja sama mengungkap faktor penyebab.
Basarnas menegaskan pencarian korban tetap menjadi prioritas utama.
Keluarga penumpang dan awak pesawat menanti kabar pasti dari tim SAR.