Pesawat Hilang Kontak
Reski dan Muslimin, Pendaki Muda Pangkep Jadi Saksi Mata Ledakan Pesawat di Bulusaraung
Dua pendaki muda asal Pangkep, Reski (20) dan Muslimin (18), menjadi saksi mata langsung detik-detik pesawat ATR 42-500 jatuh d
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260118-Reski-dan-Muslimin-dua-pendaki-muda-3.jpg)
Pesawat tersebut diketahui mengangkut tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Feri Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval.
Selain itu, total penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat berjumlah 10 orang.
Baca Juga: Detik-detik Pendaki Lihat Api dan Dengar Ledakan Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Pesawat turboprop ini selama ini digunakan KKP untuk mendukung kegiatan patroli maritim.
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
Basarnas menegaskan fokus utama operasi adalah menemukan titik pasti keberadaan pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang.
Medan pencarian cukup berat karena lokasi didominasi pegunungan dan hutan lebat.
Cuaca hujan dan kabut tebal juga menjadi tantangan bagi tim pencarian.
Wartawan Tribun, Fahrizal Syam, melaporkan dari Balocci bahwa tim SAR menghadapi akses terbatas menuju lokasi.
Operasi pencarian dilakukan dengan skala besar melibatkan berbagai unsur.
Manajemen pabrikan ATR di Toulouse, Perancis, menyatakan akan mengirim teknisi spesialis ke Bulusaraung.
“Tim spesialis kami akan bergabung dan mendukung penuh investigasi kecelakaan ini bersama tim dan operator di Indonesia,” demikian siaran pers ATR.
Pesawat ATR seri 42 dan 72 disebut sebagai pesawat propeller paling laris di segmen 90 seat ke bawah.
Jenis ini dioperasikan lebih dari 200 maskapai di 100 negara, termasuk Indonesia Air Transport.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT merupakan buatan tahun 2000, menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127.