Berita Nasional
IDAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi Cacar Air, Virus Bisa Aktif Kembali Saat Imun Turun
Cacar air selama ini kerap dipersepsikan sebagai penyakit ringan yang lazim dialami anak-anak dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
IDAI juga mengingatkan bahwa meskipun pada sebagian besar anak cacar air tampak ringan, penyakit ini tidak selalu berjalan tanpa komplikasi.
Risiko yang lebih berat justru meningkat pada remaja, orang dewasa, serta anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi komorbid.
“Pada anak kecil sering kali gejalanya ringan. Tapi pada remaja atau orang dewasa, manifestasinya bisa lebih berat. Apalagi kalau ada komorbid, risikonya jelas lebih tinggi,” ujar dr Piprim.
Komplikasi cacar air dapat berupa infeksi kulit berat, gangguan paru, hingga peradangan otak dalam kasus tertentu.
Karena itu, pencegahan melalui imunisasi dinilai jauh lebih aman dibandingkan harus menghadapi risiko infeksi alami.
Dalam kesempatan tersebut, dr Piprim juga menyinggung praktik lama yang masih ditemukan di masyarakat, yakni sengaja “menularkan” cacar air dengan cara mengumpulkan anak-anak agar tertular bersama demi mendapatkan kekebalan.
Menurutnya, cara tersebut tidak sejalan dengan prinsip kesehatan anak dan justru menyimpan bahaya jangka panjang.
“Memang setelah kena varicella bisa kebal. Tapi virusnya kemudian tidur di dalam tubuh. Saat usia lanjut atau imun turun, virus itu bisa muncul kembali sebagai herpes,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa kekebalan yang diperoleh melalui vaksin jauh lebih aman dibandingkan kekebalan akibat infeksi alami yang menyisakan risiko reaktivasi virus.
IDAI pun mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya imunisasi varicella. Penyakit ini bersifat menular, sementara vaksin yang aman dan efektif sudah tersedia.
Upaya pencegahan dinilai krusial, terutama untuk melindungi anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang berisiko mengalami komplikasi lebih berat bila terinfeksi.
“Vaksinasi varicella tetap jauh lebih baik dibandingkan anak harus terkena infeksi alaminya,” tegas dr Piprim.
Ia berharap cakupan imunisasi varicella di Indonesia terus meningkat agar anak-anak dapat tumbuh sehat, terlindungi sejak dini, dan terhindar dari risiko penyakit yang bisa muncul kembali di masa depan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cacar-Air.jpg)