Kesehatan
Waspada Super Flu! Ini Cara Cegah Agar Tidak Tertular
Super Flu ramai dibicarakan di awal 2026, tapi tidak separah COVID-19, tetap waspada ya!
Namun, Menkes menegaskan super flu tidak memiliki tingkat bahaya seperti COVID-19.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, influenza A (H3N2) umumnya sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik.
Baca juga: Rumah Angky Koagow Katim Tarsius Polres Bitung Terbakar, Api Padam Setelah 2,5 Jam
Penularannya melalui udara, sehingga penggunaan masker saat sakit tetap dianjurkan.
Penanganannya sama seperti flu biasa: menjaga imunitas dengan pola hidup sehat, makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga rutin.
Dokter spesialis paru Prof. Agus Dwi Susanto menambahkan, istilah “super flu” tidak dikenal dalam dunia medis.
Nama ini muncul karena virus menyebar cepat dan menimbulkan gejala lebih berat, seperti demam tinggi, nyeri otot hebat, batuk kering, dan sakit kepala.
Baca juga: Greenland Tegaskan Tak Ingin Jadi Milik AS, Pilih Berdiri Bersama Denmark dan NATO
Meski gejalanya terasa berat, kondisinya tidak separah COVID-19 awal pandemi. Prof. Agus mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga imunitas, hidup bersih, memakai masker, vaksin influenza, dan segera berobat jika gejala memburuk.
Pakar kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan, super flu hingga kini belum menjadi pandemi.
Yang terjadi kemungkinan hanyalah gelombang flu lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pandemi baru hanya muncul jika ada mutasi signifikan, peningkatan keparahan, dan penularan lintas negara masif.
Baca juga: PKH 2026 Tahap I Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Lewat HP
Kondisi Super Flu di Global
Secara global, influenza A H3N2 subclade K terdeteksi di Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, dan Thailand.
WHO sejak November 2025 melaporkan virus ini menyebar cepat dan mendominasi di beberapa negara. Per 30 Desember 2025, AS mencatat tingkat influenza tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian.
Jumlah pasien rumah sakit meningkat tajam menjadi 19.053 dari sebelumnya 9.944 pasien, dengan sekitar 3.100 kematian akibat influenza, sebagian besar disebabkan H3N2.
Baca juga: Terungkap! 5 Motor Curian dari Wilayah Gorontalo Ternyata Dijual Pencuri di Kotamobagu
Cara Mencegah Super Flu
Dr. Santi, Health Management Specialist Kompas Gramedia, menjelaskan pencegahan super flu harus dilakukan dari tiga aspek: virus, manusia, dan lingkungan.
Dari sisi virus: Terapkan PHBS (cuci tangan, pakai masker, hindari keramaian, jangan sentuh wajah kotor, jaga jarak dari orang sakit). Jika flu, tinggal di rumah, gunakan masker, dan etika batuk/bersin.
Dari sisi manusia: Jaga imun dengan makan bergizi, tidur cukup, olahraga rutin, kelola stres, hindari rokok/alkohol. Vaksin influenza dianjurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Super-Flu-ramai-dibicarakan-di-awal-2026-tapi-tidak-separah-COVID-19-tetap-waspada-ya.jpg)