Kesehatan
Waspada Super Flu! Ini Cara Cegah Agar Tidak Tertular
Super Flu ramai dibicarakan di awal 2026, tapi tidak separah COVID-19, tetap waspada ya!
Ringkasan Berita:
- Influenza A H3N2 subclade K, varian musiman, bukan virus baru berbahaya.
- Demam tinggi, nyeri otot, batuk kering; biasanya sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik.
- Terapkan PHBS, jaga imun, vaksin influenza, bersihkan lingkungan, dan pakai masker bila sakit.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki awal Januari 2026, media sosial diramaikan fenomena “Super Flu”.
Istilah ini viral setelah banyak pengguna melaporkan gejala infeksi saluran pernapasan yang dianggap lebih berat daripada flu biasa, dengan beberapa gejala mirip COVID-19.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran publik, terutama karena banyak unggahan yang membandingkan super flu dengan pandemi virus corona beberapa tahun lalu.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 335 Triliun Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026, Guru dan Lansia Juga Dapat
Fenomena ini muncul bertepatan dengan tahun baru 2026, saat aktivitas masyarakat mulai padat kembali setelah libur panjang.
Meski demikian, kekhawatiran bahwa super flu setara atau lebih berbahaya dari COVID-19 adalah keliru.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan pakar kesehatan menegaskan bahwa super flu, yang merupakan varian influenza A subklade K (H3N2), tidak separah COVID-19.
Super flu bukan penyakit baru yang berbahaya, sehingga masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan memahami informasi medis dengan benar.
Baca juga: Kasus Hak Cipta Ka Kuhu, Kemenkumham Gorontalo Ingatkan Pentingnya Etika Menghormati Karya
Apa Itu Super Flu di Tahun Baru 2026?
Isu super flu yang ramai diperbincangkan merujuk pada influenza tipe A subvarian H3N2 subclade K.
Subclade ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.
Meski disebut varian baru, virus ini bukan sepenuhnya baru, melainkan hasil mutasi dari virus influenza yang sudah lama beredar.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa influenza A (H3N2) tetap termasuk flu musiman atau flu biasa.
Lonjakan kasus di beberapa negara terkait musim dingin dan mobilitas masyarakat global.
Baca juga: Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Berlaku Januari 2026, Ini Syarat, Cara, dan Daftar Lengkapnya
Tidak Lebih Berbahaya dari COVID-19
Isu bahwa super flu lebih berbahaya dari COVID-19 sempat memicu keresahan.
COVID-19 memang pernah menjadi pandemi global dan memaksa pemerintah menerapkan lockdown sejak 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Super-Flu-ramai-dibicarakan-di-awal-2026-tapi-tidak-separah-COVID-19-tetap-waspada-ya.jpg)