Berita Nasional
Pemerintah Siapkan Rp 335 Triliun Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026, Guru dan Lansia Juga Dapat
Pemerintah memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dengan menyiapkan anggaran mencapai Rp 335 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Gorontalo-Potret-makan-bergizi-gratis-di-SDN-74-Kota-Tengah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis pada 2026 yang ditargetkan menjangkau 82 juta penerima.
- Pendanaan program ini bersumber dari APBN dan dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui operasional dapur SPPG dengan sistem pembayaran di awal.
- Selain anak dan siswa, penerima MBG diperluas ke tenaga pendidik dan direncanakan menyasar lansia.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dengan menyiapkan anggaran mencapai Rp 335 triliun.
Dana tersebut dirancang untuk menjangkau sekitar 82 juta warga di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, seluruh pembiayaan program MBG bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tidak ada keraguan terkait kepastian pendanaan.
“Pendanaannya jelas dari APBN. Untuk tahun ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun, jadi aman,” ujar Airlangga saat menghadiri kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertema Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa (13/2/2025), sebagaimana dikutip Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Berlaku Januari 2026, Ini Syarat, Cara, dan Daftar Lengkapnya
MBG Dinilai Dorong Pergerakan Ekonomi Daerah
Airlangga menjelaskan, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Hal ini terutama melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang menerapkan sistem pembayaran di awal sebelum produksi makanan dilakukan.
Skema tersebut dinilai membuat arus kas pelaksana menjadi lebih kuat dan stabil.
Selain itu, sistem ini turut mendorong tumbuhnya investasi lokal, memperkuat usaha kecil, serta menggerakkan perekonomian di tingkat daerah.
“Model bisnis SPPG ini sangat baik. Karena pembayaran dilakukan di awal, kemudian baru berproduksi, maka arus kasnya sehat. Dari pemantauan kami, ada pelaksana yang setelah memiliki satu SPPG, berencana membangun dapur kedua dan seterusnya,” jelas Airlangga.
Menurutnya, mekanisme tersebut juga mempercepat perputaran modal sekaligus membuka peluang replikasi unit dapur MBG di berbagai wilayah.
Aliran Dana ke Akar Rumput Capai Rp 80 Triliun per Kuartal
Dari total anggaran Rp 335 triliun, Airlangga memperkirakan setiap kuartal akan mengalir dana hampir Rp 80 triliun langsung ke tingkat akar rumput.
Nilai ini disebut jauh melampaui stimulus fiskal pemerintah pada kuartal pertama 2025 yang secara nasional berada di kisaran Rp 37 triliun.
Besarnya aliran dana tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap ekonomi lokal, mulai dari sektor pangan, distribusi, hingga penyerapan tenaga kerja.
Sasaran MBG Terus Diperluas
Selain memprioritaskan anak-anak dan peserta didik, cakupan penerima manfaat MBG kini diperluas.
| Modus Korupsi Fadia Arafiq Terbongkar, ART jadi Direktur Perusahaan, Tugas Tarik Uang dari Rekening |
|
|---|
| Nama 10 Produk Obat dan Makanan Ilegal Paling Banyak Dijual di Marketplace Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Terungkap! 7 Juta Warga Indonesia Kelebihan Berat Badan atau Obesitas |
|
|---|
| Perang Iran Vs Amerika Makin Menegangkan! Evakuasi WNI Dimulai Hari Ini |
|
|---|
| Jelang Lebaran, BPOM Siap Sidak Parsel Nakal yang Berisi Produk Tak Layak |
|
|---|