Berita Katolik
Paus Leo XIV Akhiri Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Tutup Pintu Suci Basilika St Petrus Vatikan
Paus Leo XIV menutup Porta Santa (Pintu Suci), Basilika St. Petrus, Vatikan dalam upacara yang khidmat dan singkat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Paus-Leo-XIV-mengakhiri-Tahun-Jubelium-Pengharapan-u9888.jpg)
Semula, Tahun Yubelium dilaksanakan setiap 100 tahun, tapi dalam perjalanannya karena berbagai pertimbangan, pada tahun 1475 oleh Paus Sixtus VI diubah menjadi 25 tahun sekali hingga saat ini.
Jerusalem Baru
Upacara penutupan Porta Santa pada Selasa kemarin merupakan kelanjutan dari praktik yang ditetapkan sejak tahun 1975—dan disederhanakan lebih lanjut oleh Paus Santo Yohanes Paulus II selama Yubelium Agung Tahun 2000.
Upacara penutupan Porta Santa_ secara singkat. Saat antifon, nyanyian pendek “O clavis David” (O Kunci Daud) dilantunkan, Paus Leo XIV berjalan mendekati Porta Santa, Pintu Suci. Paus melangkah ke ambang pintu, berlutut, dan, setelah beberapa saat berdoa dalam diam, lalu menutup kedua daun pintu perunggu yang besar itu, mulai dari daun pintu kanan.
Ini menandakan masa Yubelium Pengharapan telah berakhir. Saat menutup Porta Santa, Paus Leo XIV, seperti para pendahulunya mendaraskan doa, “Pintu Suci ini tertutup, tetapi pintu rahmat-Mu tidak tertutup.”
Lalu, Paus memohon agar “harta karun” rahmat ilahi tetap terbuka, “sehingga, pada akhir ziarah duniawi kita, kita dapat mengetuk dengan penuh keyakinan di pintu rumah-Mu dan menikmati buah dari pohon kehidupan.”
Penutupan Porta Santa Basilika St. Petrus, Vatikan, kata Paus Leo XIV, menandai berakhirnya berbulan-bulan di mana “arus tak terhitung banyaknya pria dan wanita, peziarah harapan,” melintasi ambang pintu Basilika, melakukan perjalanan menuju “Yerusalem baru, kota yang pintunya selalu terbuka.”
Dengan demikian Tahun Jubelium Pengharapan yang bermotto Peregrinantes in Spem atau Pilgrims of Hope atau "Penziarah Pengharapan", berakhir. Tema atau motto itu ditetapkan Paus Fransiskus setelah melihat perannya sendiri, dan peran Gereja di dunia yang penuh dengan krisis dan konflik. Krisis dan konflik saat ini telah mengoyak dunia.
Generasi Fajar Baru
Segera setelah penutupan Pintu Suci, Paus memimpin Misa Kudus untuk Hari Raya Epifani Tuhan di dalam Basilika Santo Petrus. Dalam khotbahnya, Paus Leo XIV, antara lain mengatakan, tempat-tempat suci harus mengkomunikasikan kehidupan. Tempat-tempat ziarah Yubileum, “harus menyebarkan aroma kehidupan, kesadaran yang tak terlupakan bahwa dunia lain telah dimulai.”
Kata Paus Leo XIV, sungguh luar biasa menjadi peziarah pengharapan. “Sungguh luar biasa bagi kita untuk terus menjadi peziarah bersama,” katanya.
Paus Leo XIV mengatakan, jika Gereja menolak menjadi monumen dan tetap menjadi rumah, Gereja mungkin akan menjadi “generasi fajar baru,” yang selalu dipandu oleh Maria, Bintang Pagi, menuju “kemanusiaan yang luar biasa, yang diubah bukan oleh khayalan Yang Mahakuasa, tetapi oleh Allah yang menjadi manusia karena kasih.” (KBRI VATIKAN)
| Paus Leo XIV Pidato State of World di Hadapan Diplomat, Kecam Penggunaan Kekuatan Militer |
|
|---|
| Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang |
|
|---|
| Paus Leo XIV Berikan Penghargaan Pro Ecclesia et Pontifice ke Sejumlah Tokoh, Ada Muliawan Margadana |
|
|---|
| Dubes RI Untuk Vatikan Keluarkan Ajakan Ini ke Penyelenggara Tour ke Roma dan Pastor Pendamping |
|
|---|
| Komisi Kerawam KWI Gelar Pertemuan Nasional, Dorong Umat Katolik Pilih Sekolah Kedinasan |
|
|---|