Selasa, 10 Maret 2026

Presiden Ditangkap

32 Tentara Kuba Tewas dalam Operasi Militer AS, Havana Umumkan Hari Berkabung Nasional

Pemerintah Kuba menyatakan sebanyak 32 kombatan mereka tewas dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang oleh Washington disebut sebagai

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 32 Tentara Kuba Tewas dalam Operasi Militer AS, Havana Umumkan Hari Berkabung Nasional
Tribunnews.com
VENEZUELA -- Tentara Venezuela gugur kala bertarung dengan prajurit AS. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Pemerintah Kuba menyatakan sebanyak 32 kombatan mereka tewas dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang oleh Washington disebut sebagai “serangan berskala besar”, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel pada Minggu waktu setempat mengumumkan bahwa 5 dan 6 Januari ditetapkan sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para kombatan yang gugur.

Dalam pernyataannya, Díaz-Canel menyebut para korban telah menjalankan tugas dengan penuh kehormatan serta menunjukkan “perlawanan sengit” yang mencerminkan tradisi panjang solidaritas internasional Kuba.

Baca juga: 7 Populer Gorontalo Senin 5 Januari 2026: Pencarian Ibu-Anak Hanyut hingga Cafe Tiara Diperbaiki

Pemerintah Kuba menjelaskan bahwa para kombatan yang tewas tersebut tengah menjalankan misi resmi negara, mewakili Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba dan Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Mereka dikerahkan ke Venezuela atas permintaan resmi pemerintah Caracas, sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara kedua negara.

Penghormatan juga datang dari Venezuela. Pemerintah di Caracas menyatakan pihaknya memberi penghormatan kepada 32 kombatan Kuba yang gugur dalam pelaksanaan tugas mereka, yang dilakukan dalam konteks misi kerja sama dan pertahanan antara Kuba dan Venezuela.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa sejumlah besar personel keamanan Kuba yang ditugaskan untuk melindungi Nicolás Maduro tewas dalam penggerebekan militer pada Sabtu.

Sementara itu, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.

Baca juga: Mulai Januari 2026, ASN Pohuwato Gorontalo Hanya 4 Hari Masuk Kantor, Sisanya WFA

Otoritas Amerika Serikat menyatakan bahwa pasangan tersebut menghadapi dakwaan federal, termasuk tuduhan terkait perdagangan narkoba serta kerja sama dengan kelompok kriminal yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Maduro menolak seluruh tuduhan tersebut. Pemerintah Venezuela pun mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya.

Caracas menilai operasi militer itu sebagai tindakan ilegal serta pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Venezuela, dan Kuba pun kembali memanas, menyusul insiden yang disebut-sebut sebagai salah satu operasi militer paling signifikan di kawasan Amerika Latin dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved