Selasa, 10 Maret 2026

Konflik Venezuela dan AS

Korban Tewas Operasi Militer AS di Venezuela Dilaporkan Capai 80 Orang, Presiden Maduro Ditangkap

Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang terjadi pada Sabtu lalu terus bertambah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Korban Tewas Operasi Militer AS di Venezuela Dilaporkan Capai 80 Orang, Presiden Maduro Ditangkap
TribunGorontalo.com
SUASANA MALAM - Potret suasana di Venezuela saat operasi militer AS. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dilaporkan meningkat menjadi sedikitnya 80 orang, menurut laporan The New York Times. 
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang kini ditahan di New York atas dakwaan narkotika dan terorisme. 
  • Pemerintah Venezuela membantah tuduhan tersebut dan menuntut pembebasan Maduro, sementara ketegangan kedua negara terus meningkat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang terjadi pada Sabtu lalu terus bertambah.

The New York Times, dalam laporannya pada Minggu, menyebutkan bahwa sedikitnya 80 orang tewas dalam operasi tersebut.

Mengutip seorang pejabat senior Venezuela, media asal Amerika Serikat itu menyatakan angka korban masih berpotensi meningkat seiring berlanjutnya proses identifikasi dan evakuasi di lapangan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengungkapkan bahwa sebagian besar tim keamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan tewas dalam operasi militer AS tersebut.

Baca juga: Horoskop Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Selasa 6 Januari 2026: Cinta, Karier, Uang, Kesehatan

Namun, Padrino tidak merinci jumlah pasti korban dari lingkar pengamanan presiden.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa aksi militer AS di Venezuela berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan AS jika dianggap perlu.

Menurut laporan, Maduro dan Cilia Flores tiba di New York pada Sabtu malam waktu setempat dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.

Keduanya menghadapi dakwaan federal Amerika Serikat yang berkaitan dengan perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang oleh AS diklasifikasikan sebagai organisasi teroris.

Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh Nicolas Maduro. Pemerintah Venezuela juga bereaksi cepat.

Baca juga: 5 Warga Tewas dan Balita Hilang Dampak Banjir dan Longsor di Pulau Siau, Polres Nyaris Tertimbun

Sejumlah pejabat di ibu kota Caracas secara terbuka mengecam tindakan Amerika Serikat dan menuntut pembebasan Maduro dan istrinya, menyebut penangkapan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Situasi ini memicu ketegangan baru antara Washington dan Caracas, serta meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap eskalasi konflik bersenjata dan stabilitas kawasan Amerika Latin.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved