Mahasiswa Unima Meninggal
Bukan Akhiri Hidup? Keluarga Pertanyakan Kematian Mahasiswi UNIMA, Curiga Dibunuh
Pihak keluarga mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di kamar kos di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menyatakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAHASISWI-MENINGGAL-Pihak-keluarga-Antoineta-Evia-Maria-Mangolo-mahasiswa-UNIMA-y.jpg)
“Dengan dilakukan otopsi, semuanya akan menjadi terang. Keluarga ingin kebenaran ditegakkan. Jika ini bukan bunuh diri, maka harus diungkap siapa pelakunya,” kata Cyprus.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum keluarga juga menyampaikan keberatan terhadap penanganan awal aparat kepolisian di Tomohon.
Ia mempertanyakan langkah oknum polisi yang langsung memindahkan jenazah korban ke rumah sakit.
Menurutnya, dalam kasus kematian tidak wajar, prosedur seharusnya mengedepankan pemeriksaan oleh tim Inafis untuk memastikan penyebab kematian sebelum jenazah dipindahkan.
“Untuk kematian yang tidak wajar, tidak serta-merta jenazah langsung dibawa ke rumah sakit. Seharusnya pihak Inafis yang menangani dan menyimpulkan penyebab kematian,” ujarnya.
Cyprus juga meminta perhatian khusus dari Kapolda Sulawesi Utara agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Baca juga: Bupati Boalemo Rum Pagau Hadiri Zikir dan Doa Pergantian Tahun
“Kami memohon kepada Kapolda Sulut agar persoalan ini ditangani secara objektif dan sesuai aturan. Tidak ada dasar bagi oknum kepolisian mengambil kesimpulan bunuh diri tanpa pemeriksaan Inafis,” katanya.
Sementara itu, Antonius, ayah korban, menyampaikan harapan besar agar aparat kepolisian dapat mengungkap secara tuntas penyebab kematian putrinya.
Ia menegaskan bahwa keluarga sepenuhnya mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian sebagai institusi penegak hukum.
“Saya berharap polisi bisa mengungkap tabir kematian anak saya. Kami mohon kepada Bapak Kapolda agar kasus ini dibuka seterang-terangnya,” ucap Antonius.
(*)