Sains Populer
Tekanan Darah Tinggi Mengintai Lansia, Ini Jenis Makanan yang Perlu Dihindari
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum, terutama pada kelompok usia lanjut.
Jenis makanan lain yang berisiko adalah makanan berlemak dan digoreng. Makanan ini umumnya mengandung lemak tidak sehat seperti lemak trans dan lemak jenuh.
Lemak tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dan membuat pembuluh darah menjadi kaku serta tersumbat, sehingga aliran darah tidak berjalan lancar.
Ketika darah sulit mengalir, tekanan di dalam pembuluh pun meningkat. Makanan cepat saji, ayam goreng, kentang goreng, dan aneka kue merupakan contoh makanan tinggi lemak tidak sehat.
Untuk menjaga kesehatan jantung, para ahli menyarankan memilih lemak sehat yang berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan ikan.
Daging olahan juga termasuk makanan yang sebaiknya dibatasi. Produk seperti bacon, sosis, hot dog, dan salami tidak hanya tinggi garam, tetapi juga mengandung pengawet berupa nitrat. Zat kimia ini diketahui berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.
Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension menemukan bahwa orang yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi memiliki tekanan darah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Sebagai alternatif, protein segar dan rendah lemak seperti ayam, kalkun, tahu, atau kacang-kacangan dinilai lebih aman bagi penderita hipertensi.
Alkohol juga menjadi faktor yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Meski konsumsi ringan—satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas untuk laki-laki, masih dianggap relatif aman, konsumsi di atas batas tersebut dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah.
Selain itu, alkohol juga dapat mengurangi efektivitas obat penurun tekanan darah. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batas konsumsi alkohol yang aman sesuai kondisi masing-masing.
Untuk mengendalikan tekanan darah melalui pola makan, para ahli menyarankan menghindari makanan tinggi garam, gula, lemak tidak sehat, dan bahan pengawet, serta membatasi konsumsi alkohol.
Sebagai gantinya, fokus pada makanan segar dan utuh seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
Perubahan kecil dalam kebiasaan makan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Dengan lebih sadar memilih makanan, seseorang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit serius.
Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa pola makan dengan pembatasan waktu di pagi hari berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.
Selain itu, gula kelapa alami disebut-sebut memiliki potensi membantu mengurangi tekanan darah dan kekakuan pembuluh arteri. (*)
| Ternyata Minum 2–3 Cangkir Kopi per Hari Baik untuk Kesehatan Otak, Bisa Terhindar Risiko Pikun |
|
|---|
| Hasil Studi Global, Olahraga Lari, Berenang, dan Menari Efektif Redakan Depresi |
|
|---|
| Snow Moon Awal Februari, Ini Waktu dan Fakta Menarik Bulan Purnama Februari |
|
|---|
| Deteksi Alzheimer Bisa Pakai Selai Kacang, Ini Temuan Ilmuwan Amerika |
|
|---|
| Waspada! Serangan Jantung Paling Banyak Terjadi di Akhir Desember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DARAH-TINGGI-Terungkap-penyebab-darah-tinggi-di-Gorontalo.jpg)