Sains Populer

Tekanan Darah Tinggi Mengintai Lansia, Ini Jenis Makanan yang Perlu Dihindari

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum, terutama pada kelompok usia lanjut.

Editor: Wawan Akuba
doc
DARAH TINGGI -- Terungkap penyebab darah tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan umum yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. 
  • Selain obat, pola makan berperan besar dalam mengendalikan hipertensi, terutama dengan membatasi garam, gula, lemak tidak sehat, daging olahan, dan alkohol. 
  • Memilih makanan segar dan bergizi dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum, terutama pada kelompok usia lanjut.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat membebani kerja jantung, merusak pembuluh darah, serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.

Meski obat-obatan berperan penting dalam mengontrol tekanan darah, para ahli menegaskan bahwa pola makan memiliki peran yang sama besar. Mengetahui jenis makanan yang sebaiknya dihindari dapat memberikan dampak signifikan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi adalah garam, atau natrium. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi natrium berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Penumpukan cairan ini meningkatkan volume darah yang mengalir di dalam pembuluh, sehingga tekanan darah ikut naik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan natrium kurang dari 2.300 miligram per hari, setara dengan sekitar satu sendok teh garam.

Namun kenyataannya, sebagian besar orang mengonsumsi natrium jauh melebihi batas tersebut. Penyebabnya adalah kandungan natrium tersembunyi dalam berbagai makanan, terutama produk olahan dan kemasan.

Sup kalengan, makanan beku siap saji, keripik, serta daging olahan sering kali mengandung garam tinggi untuk meningkatkan cita rasa dan memperpanjang masa simpan.

Yang mengejutkan, makanan yang tidak terasa asin seperti roti dan sereal sarapan juga dapat mengandung natrium dalam jumlah besar.

Membaca label gizi dan memilih produk rendah natrium menjadi langkah penting untuk mengurangi asupan garam harian.

Selain garam, makanan dan minuman manis juga patut diwaspadai. Meski gula tidak secara langsung meningkatkan tekanan darah seperti natrium, konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Kelebihan berat badan membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan.

Minuman seperti soda, teh manis, dan minuman berenergi termasuk yang paling berisiko karena mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa individu dengan konsumsi gula tambahan tinggi lebih rentan mengalami hipertensi dan gangguan jantung lainnya.

Mengganti minuman manis dengan air putih, teh herbal, atau minuman tanpa pemanis menjadi langkah sederhana yang efektif.

Jenis makanan lain yang berisiko adalah makanan berlemak dan digoreng. Makanan ini umumnya mengandung lemak tidak sehat seperti lemak trans dan lemak jenuh.

Lemak tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dan membuat pembuluh darah menjadi kaku serta tersumbat, sehingga aliran darah tidak berjalan lancar.

Ketika darah sulit mengalir, tekanan di dalam pembuluh pun meningkat. Makanan cepat saji, ayam goreng, kentang goreng, dan aneka kue merupakan contoh makanan tinggi lemak tidak sehat.

Untuk menjaga kesehatan jantung, para ahli menyarankan memilih lemak sehat yang berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan ikan.

Daging olahan juga termasuk makanan yang sebaiknya dibatasi. Produk seperti bacon, sosis, hot dog, dan salami tidak hanya tinggi garam, tetapi juga mengandung pengawet berupa nitrat. Zat kimia ini diketahui berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.

Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension menemukan bahwa orang yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi memiliki tekanan darah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Sebagai alternatif, protein segar dan rendah lemak seperti ayam, kalkun, tahu, atau kacang-kacangan dinilai lebih aman bagi penderita hipertensi.

Alkohol juga menjadi faktor yang dapat memicu kenaikan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Meski konsumsi ringan—satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas untuk laki-laki, masih dianggap relatif aman, konsumsi di atas batas tersebut dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah.

Selain itu, alkohol juga dapat mengurangi efektivitas obat penurun tekanan darah. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batas konsumsi alkohol yang aman sesuai kondisi masing-masing.

Untuk mengendalikan tekanan darah melalui pola makan, para ahli menyarankan menghindari makanan tinggi garam, gula, lemak tidak sehat, dan bahan pengawet, serta membatasi konsumsi alkohol.

Sebagai gantinya, fokus pada makanan segar dan utuh seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.

Perubahan kecil dalam kebiasaan makan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.

Dengan lebih sadar memilih makanan, seseorang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit serius.

Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa pola makan dengan pembatasan waktu di pagi hari berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, gula kelapa alami disebut-sebut memiliki potensi membantu mengurangi tekanan darah dan kekakuan pembuluh arteri. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved