Banjir Sumatera
Bela Menteri Kehutanan, Anggota DPR Sebut Raja Juli Antoni Cuma Kebagian Cuci Piring Kerusakan Hutan
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mendapat pembelaan dari anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, terkait kritik atas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HUTAN-Anggota-Komisi-IV-DPR-RI-Firman-Soebagyo-bela-Menhut-Raja-Juli-terkait-hutan-Sumatera.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mendapat pembelaan dari anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, terkait kritik atas kerusakan hutan di Indonesia.
Firman menilai Raja Juli tidak pantas disalahkan karena baru menjabat dan hanya "kebagian cuci piring" atas kerusakan ekologis yang sudah berlangsung lama.
"Pak Menteri (Raja Juli Antoni) ini cuci piring, makanya saya bela. Makanya waktu diminta (Muhaimin Iskandar) tobat nasuha saya bela. Karena kejadian perusakan hutan ini, bukan satu tahun atau dua tahun. Setelah reformasi, hutan kita hancur," kata Firman di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Truk Kontainer di Desa Buhu Gorontalo, Pria Asal Kabila Diduga Tewas
Menurut Firman, Raja Juli tidak bisa disalahkan secara sepihak. Kerusakan lingkungan yang masif, menurutnya, terjadi jauh sebelum menteri yang menjabat saat ini.
Reforma Agraria dan Krisis Bencana
Lebih lanjut, Firman Soebagyo menyoroti kebijakan reforma agraria, yang menurutnya turut menjadi pemicu kerusakan kawasan hutan dan memperburuk risiko bencana alam.
"Hentikan reforma agraria, ini juga salah satu penyebab kerusakan hutan kita," tegasnya.
Firman menggambarkan betapa rentannya kondisi geologis sejumlah kawasan di Indonesia.
Ia mengaku miris melihat risiko bencana, bahkan saat melintasi jalur rawan longsor.
Ia mencontohkan peristiwa bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebagai alarm serius bagi semua pihak untuk fokus pada penyelamatan lingkungan.
Desakan Pencabutan Izin Angkut Kayu
Di tengah situasi krisis bencana tersebut, Firman menyayangkan masih adanya aktivitas pengangkutan kayu, meskipun dilakukan dengan izin legal. Ia meminta Menteri Kehutanan bertindak tegas.
"Dalam situasi kondisi bencana sedemikian rupa masih ada yang mengangkut kayu, walaupun masih punya izin. Saya minta kepada Pak Menteri ditindak tegas. Kalau perlu dicabut izinnya karena mereka itu sense of crisis, itu pelecehan kepada negara. Pelecehan kepada rakyat yang ada di sana (Sumbar, Sumut, dan Aceh)," katanya.
Pernyataan Firman ini seolah menjadi dukungan terhadap Raja Juli, yang sebelumnya menyatakan bahwa dirinya tak pernah menerbitkan izin penebangan hutan selama setahun menjabat sebagai menteri.(*)
| Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing |
|
|---|
| Aceh, Sumut, dan Sumbar Ajukan Pembangunan Huntara, BNPB Lakukan Verifikasi Lokasi |
|
|---|
| Anggota DPR RI Sindiri terkait Donasi Rp 10 Miliar, Minta Komdigi Jangan Kalah Viral |
|
|---|
| Kemendagri Sebut Bupati Aceh Selatan Mirwan Tak Berizin Umrah di Tengah Bencana, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|