PEMPROV GORONTALO
Data Mencengangkan HIV, PPPA Gorontalo Minta Keluarga Lebih Ketat Awasi Anak
Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja.
Data terbaru hingga November 2025 menunjukkan jumlah pengidap HIV di daerah ini telah mencapai 1.363 orang, dan yang membuat pemerintah khawatir, 412 di antaranya merupakan remaja usia 15–24 tahun.
Dari keseluruhan kasus, perilaku berisiko yang paling dominan tercatat berasal dari hubungan seksual sesama jenis sebanyak 591 kasus, berdasarkan laporan kesehatan yang diterima pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, menegaskan bahwa persoalan HIV bukan hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial, pola pergaulan, dan ketahanan keluarga.
“Di beberapa negara hubungan sejenis sudah dilegalkan. Tantangan kita di Gorontalo adalah bagaimana memperkuat ketahanan keluarga agar remaja tidak terpapar perilaku berisiko,” ujar Yana, Kamis (27/11/2025).
Ia menekankan bahwa keluarga masih menjadi benteng pertama dalam pencegahan HIV, disusul peran sekolah serta lingkungan sosial yang membentuk karakter remaja.
“Selain ketahanan keluarga, sekolah dan guru punya peran besar dalam memberikan pemahaman dan pendampingan,” jelasnya.
Yana juga menilai bahwa ke depan diperlukan kebijakan daerah yang tidak hanya menyesuaikan dengan aturan nasional, tetapi juga menekankan nilai dan karakter kearifan lokal Gorontalo.
“Regulasi tetap harus berdiri di atas local wisdom, agar pendekatan yang dilakukan lebih efektif dan sesuai kondisi masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah turut menyoroti meningkatnya perilaku seksual berisiko pada remaja, termasuk seks bebas dan kasus pelecehan yang melibatkan anak di bawah umur.
Ia menyebut faktor-faktor tersebut turut mendorong naiknya angka HIV di Gorontalo.
“Ini harus menjadi atensi semua pihak, terutama keluarga dan lingkungan. Edukasi dan data yang akurat adalah fondasi utama untuk pencegahan,” tegas Idah.
Pemerintah menilai bahwa persoalan HIV bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat.
Upaya pencegahan komprehensif di tingkat keluarga, sekolah, dan komunitas menjadi fokus utama untuk menekan penyebaran HIV di Gorontalo. (*)
| Jelang Ramadan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Ingatkan ASN Tetap Ngebut Layani Masyarakat |
|
|---|
| Forum Penambang Pohuwato Temui Gubernur Gorontalo, Ini Pembahasan Mereka |
|
|---|
| Tim Gubernur Bantah Nepotisme Komisaris BSG, Klaim Sesuai Hasil Keputusan Bersama Pemegang Saham |
|
|---|
| Wagub Idah Syahidah Dialog dengan Kepala Bapanas, Laporkan Harga Pangan Gorontalo saat GPM Nasional |
|
|---|
| Tanpa Kupon dan Tanpa Batas, Pasar Murah Gorontalo Dipadati Warga hingga Dihadiri Wagub Idah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HIV-GORONTALO-Ratusan-remaja-Gorontalo-terinfeksi-HIV-gara-gara-hubungan-seks-sesama-jenis.jpg)