Menkeu Purbaya
Buntut Ucapan Menkeu Purbaya, Sekda Jabar Siap Dicopot Jika Bohong ke KDM soal Dana Rp 4,1 Triliun
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengonfrontasi Sekretaris Daerah Herman Suryatman terkait laporan dana Rp 4,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KDM-KONFRONTASI-SEKDA-Purbaya-bikin-geger-Pemda.jpg)
Dedi juga meminta agar Kementerian Keuangan mengumumkan secara terbuka daerah mana saja yang masih menyimpan APBD dalam bentuk deposito.
Dana Rp 4,1 Triliun Jadi Polemik, Purbaya: “Kalau Mau Tahu, Cek Sendiri ke BI!
Polemik dana mengendap milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus bergulir.
Setelah Gubernur Dedi Mulyadi membantah adanya dana Rp 4,1 triliun yang disebut masih tersimpan di bank, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara.
Purbaya menegaskan bahwa data yang ia sampaikan bersumber dari sistem pemantauan Bank Indonesia per September 2025.
Ia menyebut, data tersebut merupakan laporan rutin dari perbankan mengenai posisi keuangan pemerintah daerah.
“Tanya aja ke Bank Central, itu kan data dari sana. Harusnya dia (KDM) cari. Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia,” ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Selasa (21/10).
Menurut Purbaya, dirinya tidak pernah secara spesifik menyebut angka Rp 4,1 triliun milik Pemprov Jabar.
Ia hanya menyampaikan tren umum bahwa dana pemda yang mengendap di perbankan mengalami peningkatan.
“Saya nggak pernah describe data Jabar kan. Saya bilang, data di perbankan sekian punya Pemda, dan data itu dari sistem keuangan bank sentral,” jelasnya.
Purbaya juga menolak untuk berkoordinasi langsung dengan Dedi Mulyadi terkait perbedaan data tersebut.
Ia menilai, tugas verifikasi ada di tangan masing-masing pemerintah daerah.
“Saya bukan pegawai Pemda Jabar. Kalau dia mau periksa, periksa aja sendiri. Itu data dari sistem monitoring BI yang dilaporkan oleh perbankan,” tegasnya.
(*)