Berita Nasional
Guru Curhat Mengajar di Ruang Bocor, Gaji Rp 300 Ribu Tiga Bulan Sekali
Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, seorang guru bernama Muhammad Sudin Nurbaty tetap mengajar meski ruang kelas tempatnya
Sisanya adalah relawan, bahkan dua di antaranya sudah pensiun namun tetap mengajar karena ingin menjadikan pengabdian mereka sebagai amal jariyah.
“Guru-guru di sini kebanyakan relawan. Dua di antaranya malah sudah pensiun tapi masih mengajar,” ungkapnya.
Baca juga: Gantikan Modric dan Kroos? Real Madrid Bidik Enzo Fernandez dari Chelsea
Gaji yang diterima pun jauh dari layak. Sudin menyebut, mereka hanya menerima sekitar Rp300 ribu setiap tiga bulan, dan itu pun sering terlambat.
“Tiga bulan baru dapat Rp300 ribuan, kadang juga belum dibayar. Tapi kami tetap datang, karena ini ibadah,” ucapnya lirih.
Sudin mengaku tak kuasa melihat sekolah agama itu dibiarkan rusak.
Ia dan beberapa guru bahkan berinisiatif memperbaiki sebagian bangunan menggunakan dana pribadi.
Kepala sekolah saat ini, Usman Suni, disebut sangat prihatin dan berusaha membangun kembali sekolah dari nol.
“Beliau juga prihatin sekali. Sekolah ini sudah seperti bangun dari nol lagi,” katanya.
Ia menilai, sekolah tersebut seolah terabaikan, padahal letaknya tidak jauh dari jalan lintas Seram.
“Ini bukan sekolah di pedalaman. Transportasi gampang, tapi orang-orang sepertinya tutup mata. Setiap musim pemilihan, mereka lewat depan sekolah ini,” keluh Sudin.
Sudin berharap pemerintah daerah hingga pusat mau turun tangan memperbaiki bangunan sekolah tersebut.
“Kalau pejabat datang lihat langsung, saya yakin mereka akan tergerak. Karena kalau dibiarkan begini, dosa besar. Ini sekolah agama, bukan kandang,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CURHAT-GURU-Guru-di-MTs-LKMD-Werinama-Muhammad-Sudin-Nurbaty.jpg)