Berita Internasional
Gempa Dahsyat Guncang Filipina Selatan, 2 Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah selatan Filipina pada Jumat (10/10/2025) pagi, menewaskan sedikitnya dua orang,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-Seorang-siswa-diberikan-pertolongan-saat-gempa-menerjang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah selatan Filipina pada Jumat (10/10/2025) pagi, menewaskan sedikitnya dua orang, merusak sekolah serta bandara internasional, dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka akibat peringatan tsunami.
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa terjadi pukul 09.43 waktu setempat (01.43 GMT) di sekitar 43 kilometer timur Kota Manay, Provinsi Davao Oriental, dengan kedalaman 23 kilometer.
Lembaga tersebut juga memperingatkan kemungkinan gempa susulan hingga magnitudo 6,4, serta meminta warga menjauhi garis pantai.
Presiden Ferdinand Marcos Jr menyampaikan bahwa tim tanggap darurat nasional telah siaga penuh dan akan dikerahkan segera setelah kondisi memungkinkan.
“Kami bekerja tanpa henti untuk memastikan bantuan mencapai semua yang membutuhkan,” ujar Marcos Jr.
Gubernur Provinsi Davao Oriental, Nelson Dayanghirang Sr, mengatakan sedikitnya dua orang tewas setelah tertimpa reruntuhan rumah yang rusak berat akibat gempa.
Sekitar 250 pasien di sebuah rumah sakit harus dievakuasi setelah dinding bangunan retak. Tenda-tenda darurat kini didirikan untuk menampung mereka sementara waktu.
Gempa juga merusak sejumlah bangunan sekolah, gereja, jalan, dan jembatan di wilayah Manay serta kota-kota tetangga.
Foto dan video dari lokasi menunjukkan siswa berlarian keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri.
Bandara Davao Rusak, Terjadi Kebocoran Bahan Kimia di Kampus
Pejabat Kantor Pertahanan Sipil, Bernardo Rafaelito Alejandro IV, menyebut Bandara Internasional Davao mengalami kerusakan namun masih beroperasi terbatas.
Di sisi lain, getaran kuat menyebabkan kebocoran bahan kimia di lantai 6 San Pedro College, Davao City. Petugas pemadam kebakaran dengan pakaian pelindung lengkap berhasil mengamankan lokasi tersebut.
“Kami pernah mengalami gempa sebelumnya, tapi yang ini paling kuat,” ujar Jun Saavedra, petugas penanggulangan bencana di Kota Pesisir Governor Generoso.
Ia menambahkan sekitar 50 siswa mengalami luka ringan dan pusing karena panik saat getaran terjadi.
Video yang diverifikasi Reuters memperlihatkan mobil berguncang, pagar berderak, dan pekerja kantor berlindung di bawah meja di Kota Davao, kota terbesar di wilayah selatan Filipina dengan populasi sekitar 5,4 juta jiwa.
Peringatan tsunami dikeluarkan untuk wilayah pesisir dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa, mendorong evakuasi besar-besaran di sedikitnya enam provinsi.
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|