Berita Internasional
Putin Peringatkan AS Soal Rudal Tomahawk ke Ukraina, Sebut Bisa Picu Eskalasi Baru
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-10-09_Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh ke Ukraina.
Ia menegaskan bahwa langkah itu akan merusak hubungan Moskow–Washington, meski tidak akan mengubah situasi di medan tempur.
Berbicara dalam forum kebijakan luar negeri internasional di Sochi, Laut Hitam, Kamis (2/10/2025), Putin menyebut potensi pasokan rudal jelajah Tomahawk dari AS ke Kyiv sebagai tanda dimulainya “tahap eskalasi baru yang berkualitas, termasuk dalam hubungan Rusia–AS.”
“Meski rudal itu akan menimbulkan kerusakan bagi Rusia, pertahanan udara kami akan segera beradaptasi dengan ancaman baru. Itu tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang,” kata Putin.
Ia menekankan bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju dengan perlahan namun pasti.
Sindir Trump soal “Macan Kertas”
Menanggapi komentar mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Rusia sebagai “macan kertas” karena belum mampu menaklukkan Ukraina setelah lebih dari tiga tahun perang, Putin balik menyerang.
“Kami berperang melawan seluruh blok NATO yang mendukung Kyiv, tapi kami terus maju, merasa percaya diri. Jika kami macan kertas, lalu NATO itu apa? Macan kertas juga? Silakan saja berurusan dengan macan kertas ini,” ujarnya dengan nada menantang.
Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar atas pernyataan Putin tersebut.
Puji Trump di Alaska, Tegaskan Perpanjangan Perjanjian Nuklir
Meski keras terhadap AS, Putin juga memberi pujian kepada Donald Trump yang disebutnya berusaha mencari jalan damai di Ukraina. Ia menyebut KTT di Alaska pada Agustus lalu sebagai pertemuan “produktif.”
“Bagus bahwa ada upaya untuk mencari jalan keluar dari krisis Ukraina. Saya merasa nyaman berdiskusi dengan Trump,” ujarnya.
Putin pun kembali menawarkan perpanjangan Perjanjian New START, satu-satunya pakta pengendalian senjata nuklir yang tersisa antara Moskow dan Washington.
Perjanjian itu akan berakhir Februari mendatang, dan Rusia menawarkan perpanjangan setahun lagi.
“Kalau mereka (AS) tidak butuh, kami juga tidak butuh. Kami percaya diri dengan perisai nuklir kami,” tegasnya.
Ancaman Balasan terhadap “Pembajakan” Minyak Rusia
Putin juga mengirim peringatan kepada sekutu Barat Ukraina agar tidak mencoba menyita kapal pengangkut minyak Rusia.
Ia menyebut tindakan itu sebagai pembajakan yang bisa memicu respons militer.
“Ini adalah pembajakan, dan bagaimana cara menghadapi bajak laut? Anda hancurkan mereka,” katanya keras.
Pernyataan itu muncul setelah sebuah kapal tanker ditahan di lepas pantai Prancis, yang oleh Presiden Emmanuel Macron dikaitkan dengan “shadow fleet” Rusia.
Putin menyindir Macron dengan menyamakannya dengan Napoleon dan menuding aksi itu sekadar pengalihan isu dari masalah domestik Prancis.
Ejek Klaim Drone dan “Tembok Drone” Eropa
Putin juga menepis tuduhan Barat mengenai serangkaian pelanggaran wilayah udara NATO oleh Rusia, termasuk serbuan drone ke Polandia, Estonia, Denmark, dan Jerman.
Ia menilai tuduhan itu hanya upaya NATO untuk memicu ketegangan agar anggaran pertahanan Eropa meningkat.
“Kami mengamati dengan hati-hati militerisasi Eropa. Apakah semua ini hanya kata-kata atau waktunya kami mengambil langkah balasan? Jangan ragu, balasan Rusia tidak akan butuh waktu lama,” ujarnya.
Eropa sendiri telah sepakat membangun “tembok drone” di perbatasannya untuk mendeteksi dan mencegat pesawat tak berawak.
Reaksi soal Pembunuhan Charlie Kirk
Dalam sesi tanya jawab, Putin juga ditanya mengenai pembunuhan aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk. Ia menyebut peristiwa itu sebagai “kejahatan keji” yang mencerminkan perpecahan mendalam di AS.
Putin menyebut Kirk sebagai pahlawan yang gugur demi memperjuangkan nilai konservatif yang sejalan dengan Rusia.
Ia juga memuji Michael Gloss, putra seorang pejabat CIA yang tewas di Ukraina setelah bergabung dengan militer Rusia.
Gloss bahkan dianugerahi medali kehormatan Rusia yang diserahkan kepada utusan Trump saat berkunjung ke Moskow.
“Gloss berjuang membela nilai tradisional sebagai tentara Rusia, dan Kirk mati demi nilai yang sama di Amerika,” ujar Putin.
CIA dalam pernyataannya menyebut kematian Gloss sebagai “urusan pribadi keluarga” dan bukan isu keamanan nasional.
Dalam acara berdurasi empat jam yang disiarkan televisi, Putin sempat salah ucap dan menyebut dirinya “Direktur CIA” saat menceritakan pertemuannya dengan Presiden George W Bush.
Ia buru-buru mengoreksi dengan menyebut “direktur masa depan,” yang langsung disambut tawa para hadirin.
(*)
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.