Gratis Tapi Berisiko: 5.914 Korban Keracunan Massal Makanan Bergizi Gratis 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak awal digadang sebagai salah satu kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi
“Apabila dalam waktu sebulan para mitra tidak memenuhi tiga hal ini, kami akan menutup. Saya ulang, kami akan menutup,” tegas Nanik.
Skala Ancaman Nasional
Dari total 9.400 dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia, kini semuanya berada dalam sorotan.
Nanik menyesalkan kelalaian 45 dapur bisa berdampak luas terhadap ribuan dapur lain yang sebenarnya sudah beroperasi sesuai standar.
“Akibat dari 45 dapur ini, 9.400 yang lain bisa jadi terancam. Sungguh saya menyesalkan,” katanya.
Kasus keracunan massal MBG 2025 menyebar di berbagai daerah dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Berikut beberapa catatan:
Bandar Lampung: 503 orang terdampak
Lebong, Bengkulu: 467 orang
Bandung Barat: 411 orang
Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah: 339 orang
Kulon Progo, Yogyakarta: 305 orang
Di Sumedang, Jawa Barat, kasus keracunan bahkan membuat puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit. Pemerintah kabupaten setempat menanggung seluruh biaya pengobatan.
Program MBG sejatinya diluncurkan pada awal 2025 dengan tujuan mulia: menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan, terutama anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program ini menjadi salah satu janji kampanye besar Presiden Prabowo Subianto dan digadang sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun, serangkaian kasus keracunan massal membuat publik mempertanyakan efektivitas pengawasan dan kesiapan infrastruktur dapur MBG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KERACUNAN-MBG-Puluhan-pelajar-di-Kecamatan-Ujungjya.jpg)