Profil Polisi
Mengenal Ipda Ramin Rahim, Anak Tukang Kayu yang Jadi Kapolsek Bulango Gorontalo
Dari Anak Tukang Kayu Hingga Kapolsek Bulango, Gorontalo Perjalanan Ipda Ramin Rahim Meniti Pengabdian untuk Masyarakat
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KAMTIBMAS-Kapolsek-Bulango-Ipda-Ramin-Rahim-saat-diwawancarai-Rabu-2942026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mengenal Ipda Ramin Rahim, anak tukang kayu yang menjadi Kapolsek Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
- Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu. Ipda Ramin Rahim tumbuh dengan didikan yang keras.
TRIBUNGORONTALO.COM - Mengenal Ipda Ramin Rahim, anak tukang kayu yang menjadi Kapolsek Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Ipda Ramin Rahim lahir pada 15 November 1986.
Ipda Ramin Rahim, putra dari pasangan Hamza Rahim dan Mudjuna Alimullah.
Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu,
Ipda Ramin Rahim tumbuh dengan didikan yang keras.
Dari keluarga inilah, ia mengenal arti kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab.
Ipda Ramin bersaudara tiga, ia merupakan anak ke dua, kakak pertamanya bekerja di Dinas PU Gorontalo, dan yang ketiga sebagai Lurah Padebuolo.
“Orangtua selalu ingatkan, jangan ambil yang bukan hakmu. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026).
Nilai sederhana itu menjadi fondasi kuat yang membentuk perjalanan hidup Ramin hingga kini menjabat sebagai Kapolsek Bulango.
Sejak kecil, kehidupan Ramin tidak selalu mudah.
Ia harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, ia harus berjalan kaki atau menumpang kendaraan seadanya demi bisa sampai ke sekolah.
Ia mengawali pendidikan di SDN 11 Kota Gorontalo, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Kota Gorontalo, hingga akhirnya lulus SMK 1 Gorontalo pada 2005.
Di masa sekolah, ia tidak hanya belajar di kelas. Kehidupan sehari-hari juga mengajarkannya banyak hal, termasuk bagaimana bertahan dalam keterbatasan.
"Kadang juga ikut bantu orangtua. Kalau tidak ada pekerjaan, ya ikut-ikut saja membantu," katanya.