Kamis, 30 April 2026

Profil Polisi

Mengenal Ipda Ramin Rahim, Anak Tukang Kayu yang Jadi Kapolsek Bulango Gorontalo

Dari Anak Tukang Kayu Hingga Kapolsek Bulango, Gorontalo Perjalanan Ipda Ramin Rahim Meniti Pengabdian untuk Masyarakat 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Mengenal Ipda Ramin Rahim, Anak Tukang Kayu yang Jadi Kapolsek Bulango Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KAMTIBMAS-- Kapolsek Bulango, Ipda Ramin Rahim saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mengenal Ipda Ramin Rahim, anak tukang kayu yang menjadi Kapolsek Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
  • Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu. Ipda Ramin Rahim tumbuh dengan didikan yang keras.

TRIBUNGORONTALO.COM - Mengenal Ipda Ramin Rahim, anak tukang kayu yang menjadi Kapolsek Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Ipda Ramin Rahim lahir pada 15 November 1986.

Ipda Ramin Rahim, putra dari pasangan  Hamza Rahim dan Mudjuna Alimullah.

Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu,

Ipda Ramin Rahim tumbuh dengan didikan yang keras.

Dari keluarga inilah, ia mengenal arti kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab.

Ipda Ramin bersaudara tiga, ia merupakan anak ke dua, kakak pertamanya bekerja di Dinas PU Gorontalo, dan yang ketiga sebagai Lurah Padebuolo.

“Orangtua selalu ingatkan, jangan ambil yang bukan hakmu. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026).

Nilai sederhana itu menjadi fondasi kuat yang membentuk perjalanan hidup Ramin hingga kini menjabat sebagai Kapolsek Bulango.

Sejak kecil, kehidupan Ramin tidak selalu mudah. 

Ia harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah. 

Kapolsek Bulango, Ipda Ramin Rahim ddddd tt
PROFIL POLISI - Kapolsek Bulango, Ipda Ramin Rahim saat diwawancarai, Rabu (29/4/2026).

Bahkan, dalam kondisi tertentu, ia harus berjalan kaki atau menumpang kendaraan seadanya demi bisa sampai ke sekolah.

Ia mengawali pendidikan di SDN 11 Kota Gorontalo, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Kota Gorontalo, hingga akhirnya lulus SMK 1 Gorontalo pada  2005.

Di masa sekolah, ia tidak hanya belajar di kelas. Kehidupan sehari-hari juga mengajarkannya banyak hal, termasuk bagaimana bertahan dalam keterbatasan.

"Kadang juga ikut bantu orangtua. Kalau tidak ada pekerjaan, ya ikut-ikut saja membantu," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved