Profil Polisi
Mengenal Ipda Ramin Rahim, Anak Tukang Kayu yang Jadi Kapolsek Bulango Gorontalo
Dari Anak Tukang Kayu Hingga Kapolsek Bulango, Gorontalo Perjalanan Ipda Ramin Rahim Meniti Pengabdian untuk Masyarakat
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KAMTIBMAS-Kapolsek-Bulango-Ipda-Ramin-Rahim-saat-diwawancarai-Rabu-2942026.jpg)
Didikan keras dari sang ayah juga membentuk karakternya.
Ia mengaku, kedisiplinan sudah ditanamkan sejak kecil, termasuk bagaimana menyelesaikan masalah tanpa menyimpan dendam.
"Kalau ada masalah. Kalau sudah tidur, masalah selesai sampai di situ juga. Jangan dibawa sampai besok, jadi tidak ada dendam,” kenangnya.
Kesempatan menjadi anggota kepolisian datang pada tahun 2006.
Tanpa ragu, ia mencoba mendaftar. Pilihan itu bukan karena ambisi besar sejak kecil, melainkan karena melihat adanya peluang untuk mengabdi.
"Waktu itu ada kesempatan, saya coba daftar. Alhamdulillah diterima," ujarnya.
Ia masuk pada gelombang kedua tahun 2006, dan menyelesaikan pendidikan pada Desember di tahun yang sama.
Awal kariernya dimulai di Sulawesi Tengah pada tahun 2007. Penempatan pertama berada di fungsi Samapta di Palu.
Di sana, ia mulai mengenal dunia kepolisian secara langsung, dari tugas pengamanan hingga pelayanan masyarakat.
Tak lama berselang, ia dipindahkan ke wilayah Poso. Pengalaman di daerah tersebut menjadi salah satu fase penting dalam kariernya, mengingat kondisi wilayah yang menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat.
Dari tahun ke tahun, ia terus menjalani penugasan dengan berbagai tantangan.
Hingga pada akhirnya pada periode 2011 sampai 2019, ia masih bertugas di wilayah Sulawesi Tengah sebelum kembali ke Gorontalo.
Memasuki akhir 2019 hingga awal 2020, Ramin dipindahkan ke Polda Gorontalo dan ditempatkan di bagian sumber daya manusia (SDM).
Di sinilah kariernya mulai memasuki fase baru.
Ia kemudian mengikuti pendidikan perwira dan kembali berdinas dengan tanggung jawab yang lebih besar.