Berita Nasional
Kasus Keracunan MBG di Bandung Barat Tembus 1.333 Orang, Diduga Akibat Daging Ayam Kecap
Program Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat berujung KLB, 1.333 pelajar keracunan usai santap ayam kecap dari dapur MBG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-beracun-di-Bandung-Barat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Bandung Barat diguncang kejadian luar biasa (KLB) setelah ribuan pelajar dari berbagai sekolah mengalami keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (25/9/2025) siang, Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat total korban telah mencapai 1.333 orang, yang tersebar di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Gejala yang dialami korban umumnya berupa mual, pusing, hingga sesak napas.
Sebagian besar pasien masih mendapatkan perawatan medis di posko kesehatan setempat.
Kasus pertama terdeteksi di klaster SPPG Cipari pada awal pekan, diikuti peristiwa serupa di dapur berbeda dengan jumlah korban yang lebih besar.
Menu ayam kecap yang disajikan pada program MBG diduga kuat menjadi penyebab utama keracunan.
Dilansir dari BanjarmasinPost.co.od, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menegaskan, pihaknya telah menurunkan tim investigasi bersama kepolisian, BPOM, BIN, dan Dinas Kesehatan.
"Sudah turun (BGN) dan kami tentu belum bisa menyampaikan. Kemarin sudah beberapa kali sampaikan, kalau secara teknis yang terjadi adalah SOP yang tidak dijalankan."
"Sekarang kami sudah kerja sama dengan Kepolisian, BIN, BPOM, kemudian Dinkes itu melakukan investigasi," kata Nanik dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (25/9/2025) dilansir Kompas TV.
Menurut Nanik, MBG yang dimakan korban keracunan di Bandung Barat ini berasal dari dua dapur.
Namun pemilik dua dapur tersebut berasal dari yayasan yang sama.
Kini dapur MBG tersebut telah ditutup imbas kasus keracunan ini.
"Di Bandung Barat itu ada dua dapur, pemiliknya satu yayasan. Nah, ini kita lagi selidiki ya, karena ini ada dua dapur, ternyata kejadiannya tuh bukan dari berproduksinya dari satu dapur, tapi dua dapur dan pemiliknya satu
yayasan."
"Ini juga lagi kita investigasi dan sekarang kita sudah tutup itu dapur itu lebih cepat kita tutup ya," tegas Nanik.
Selanjutnya terkait SOP yang tidak dijalankan dalam produksi MBG ini, Nanik menyebut SOP tersebut terkait teknik memasak.
Sebenarnya pihak BGN telah memberikan SOP tentang batas waktu makanan itu dimasak hingga dimakan oleh siswa.
| Pengumuman THR dan BHR Ojol 2026 Ditunda, Pemerintah Jadwalkan Ulang Besok |
|
|---|
| Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bertepatan 13 Ramadan, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Masuk UIN Tanpa Tes? SPAN-PTKIN 2026 Resmi Diperpanjang, Ini Cara Daftarnya |
|
|---|
| Profil dan Jejak Karier Try Sutrisno, Wapres RI yang Kini Berpulang |
|
|---|
| Petasan Meledak Jelang Magrib: Rumah Rusak 90 Persen, 1 Orang Tewas dan 2 Alami Luka-Luka |
|
|---|