Sabtu, 7 Maret 2026

Sains dan Teknologi

Alkohol dalam Jumlah Kecil Sekalipun Bisa Rusak Fungsi Otak

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang aman ketika dikaitkan dengan risiko demensia.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Alkohol dalam Jumlah Kecil Sekalipun Bisa Rusak Fungsi Otak
TribunGorontalo.com
DEMENSIA -- Terungkap data terbaru, rupanya peminum alkohol berisiko demensia meski meski minum alkohol dalam jumlah sedikit. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang aman ketika dikaitkan dengan risiko demensia.

Bahkan, minum dalam jumlah kecil maupun sedang ternyata tetap bisa meningkatkan risiko gangguan otak tersebut.

Studi ini dipublikasikan di jurnal BMJ Evidence-Based Medicine pada Selasa (24/9).

Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi peneliti dari University of Oxford, Yale University, dan University of Cambridge, dengan menganalisis data setengah juta peserta dari US Million Veteran Program dan UK Biobank, serta memadukannya dengan uji genetik.

Tantang Keyakinan Lama

Selama ini, sejumlah penelitian sempat menyebut minum ringan hingga moderat bisa memberi efek perlindungan otak dibanding tidak minum sama sekali. Namun, hasil terbaru ini justru membalikkan anggapan itu.

“Temuan kami menantang keyakinan umum bahwa konsumsi alkohol dalam kadar rendah bermanfaat bagi kesehatan otak. Bukti genetik tidak mendukung efek perlindungan itu—bahkan menunjukkan sebaliknya,” kata Anya Topiwala, peneliti klinis senior dari University of Oxford yang memimpin riset.

Topiwala menegaskan, “Bahkan konsumsi ringan atau moderat dapat meningkatkan risiko demensia. Mengurangi konsumsi alkohol di masyarakat bisa menjadi langkah penting dalam pencegahan demensia.”

Risiko Meningkat Seiring Tambahan Gelas

Laporan tersebut menyebutkan, peningkatan konsumsi alkohol tiga kali lipat bisa menaikkan risiko demensia hingga 15 persen. Misalnya, dari satu gelas per minggu menjadi tiga gelas.

Pada orang yang rentan terhadap ketergantungan alkohol, peningkatan dua kali lipat saja sudah cukup menaikkan risiko hingga 16 persen.

Daniel Levey, ilmuwan kesehatan dari Yale University sekaligus penulis studi, menambahkan bahwa riset sebelumnya bisa saja bias.

“Ada kemungkinan seseorang berhenti minum lalu tercatat sebagai non-drinker, padahal sebenarnya mereka sudah memiliki risiko tinggi terkena demensia,” ujarnya.

Peneliti menemukan bahwa variasi genetik memengaruhi cara tubuh memecah alkohol.

Analisis observasional memang sempat menunjukkan konsumsi rendah hingga moderat berkaitan dengan risiko demensia lebih rendah dibanding tidak minum sama sekali. Namun, analisis genetik justru menemukan hal sebaliknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 07 Maret 2026 (17 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved