Berita Nasional
Kejar Target APBN, Pemerintah Siap Tagih 200 Penunggak Pajak Besar Senilai Rp 60 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya telah menyiapkan 5 program untuk mengejar penerimaan negara jangka pendek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOMPAScomFIKA-NURUL-ULYA.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah memutar otak untuk mengejar target penerimaan negara pada tahun ini.
Pasalnya, hingga memasuki bulan Agustus 2025 penerimaan negara masih terkontraksi sebanyak 7,8 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya telah menyiapkan 5 program untuk mengejar penerimaan negara jangka pendek.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengantongi 200 daftar penunggak pajak besar, senilai hampir Rp 60 triliun.
Purbaya bilang, pemerintah bakal mengejar para penunggak pajak itu dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan perpajakan.
Baca juga: Guru Honorer Masih Digaji Rp300 Ribu, DPR Desak Pemerintah Naikkan Gaji
Baca juga: Motif Emosional Terungkap! Karyawati PNM Dibunuh Saat Menagih Angsuran
"Kita punya list 200 penunggak pajak besar. Itu yang sudah inkrah, kita mau kejar, eksekusi. Itu targetnya sekitar Rp 50 sampai Rp 60 triliun, dalam waktu dekat kita tagih dan mereka enggak bisa lari," kata Purbaya saat Konferensi Pers APBN KiTa, Senin (22/9/2025).
Mantan ketua LPS itu bilang, pemerintah bakal melakukan penegakan hukum secara serius. Ini dilakukan atas kerja sama dengan Kejaksaan Agung, Polisi, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan PPATK.
"Ada pertukaran data juga dengan kementerian/lembaga untuk mempermudah kami menarik pajak," tutur Purbaya.
Sementara itu, berdasarkan APBN hingga 31 Agustus 2025, penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp 1.339,4 triliun, penerimaan pajak sebesar Rp 1.135,4 triliun dan penerimaan cukai Rp 194,9 triliun.
Baca juga: Balas Dendam Manis Ousmane Dembele, Dicap Gagal di Barcelona Kini Peraih Ballon dOr 2025
Baca juga: Ditandatangani Gubernur Gusnar Ismail, Provinsi Gorontalo Kini Kantongi Rp50,6 M dari Kementan
Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan realisasi penerimaan pajak neto hingga 31 Agustus 2025 sebesar Rp 1.135,44 triliun atau setara 51,9 persen terhadap total APBN.
"Pajak neto sekali lagi angkanya 54,7 persen dibandingkan outlook. Di bulan Agustus ini penerimaan neto kita negatif 3,8 karena ada faktor restitusi," ujar Anggito.
Rinciannya, PPh badan tercatat senilai Rp 194,20 triliun atau menurun 8,7 persen. PPh orang pribadi senilai Rp 15,91 triliun, PPN dan PPnBM senilai Rp 416,49 triliun turun 11,5 persen dan PBB senilai Rp 14,17 triliun.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com