Senin, 16 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Ditandatangani Gubernur Gusnar Ismail, Provinsi Gorontalo Kini Kantongi Rp50,6 M dari Kementan

Provinsi Gorontalo resmi masuk dalam daftar penerima Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari Kementerian Pertanian untuk program

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ditandatangani Gubernur Gusnar Ismail, Provinsi Gorontalo Kini Kantongi Rp50,6 M dari Kementan
TribunGorontalo.com
TANDATANGAN -- Gubernur Gusnar Ismail (keempat kiri) menandatangani kesepakatan kesanggupan pelaksaan ABT untuk Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto : Istimewa) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Provinsi Gorontalo resmi masuk dalam daftar penerima Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) dari Kementerian Pertanian untuk program hilirisasi komoditas perkebunan.

Total alokasi yang dikantongi Gorontalo mencapai Rp50,6 miliar, dengan fokus pada pengembangan kelapa dan tebu mulai tahun 2026 hingga 2027.

Kesepakatan pelaksanaan program tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Penandatanganan itu turut disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan Rp9,95 triliun melalui ABT periode 2025–2027.

Dana ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas komoditas strategis seperti kelapa, tebu, kopi, kakao, hingga lada.

Dari program hilirisasi tersebut, pemerintah menargetkan nilai tambah ekonomi hingga Rp138,49 triliun.

Gubernur Gusnar menjelaskan, “Untuk program ini Gorontalo mendapatkan alokasi ABT yang dimulai pada tahun 2026 yaitu untuk komoditas kelapa seluas 10 ribu hektar dan tebu 550 hektar.

Kemudian tahun 2027 untuk komoditas kelapa seluas tiga ribu hektar. Jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp50,6 miliar.”

Rincian Alokasi

Tahun 2026:Kelapa: 5.000 hektar di Kabupaten Pohuwato, 5.000 hektar di Kabupaten Gorontalo

Tebu: 400 hektar di Kabupaten Gorontalo, 150 hektar di Kabupaten Boalemo

Tahun 2027: Kelapa: 1.500 hektar di Kabupaten Gorontalo, 1.500 hektar di Kabupaten Pohuwato

Selain itu, Pemprov Gorontalo juga telah mengajukan usulan tambahan untuk pengembangan kakao seluas 3.200 hektar.

“Kami juga telah menyampaikan usulan untuk pengembangan komoditas kakao seluas 3.200 hektar kepada Kementerian Pertanian. Gorontalo memiliki komoditas kakao untuk mendukung program hilirisasi yang telah dipasarkan sampai ke Jepang melalui Tokya Food,” tambah Gusnar.

Dengan adanya alokasi ABT ini, Gorontalo diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan hilirisasi perkebunan di kawasan timur Indonesia, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok nasional maupun ekspor.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved