Berita Viral
Ratusan Siswa Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat, Puluhan Ambulans Dikerahkan
Ratusan siswa di Bandung Barat keracunan MBG, puluhan ambulans dikerahkan. Korban segera ditangani di lima titik fasilitas kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/mbg-racun.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepanikan terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, setelah ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini menimpa sekitar 301 siswa mulai dari tingkat SD, MTs, SMP, hingga SMK, yang langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah setempat.
Puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para korban. Sebanyak 41 ambulans beroperasi di Kecamatan Cipongkor, meskipun jumlah ini sempat tidak mencukupi mengingat korban terus berdatangan.
Selain itu, sejumlah kendaraan pribadi juga digunakan warga untuk membawa siswa ke posko darurat di GOR Kecamatan Cipongkor.
Baca juga: Kemensos Coret 2 Juta Penerima Bansos dari Data, Simak Panduan Mengecek Status Melalui NIK KTP
Penanganan medis dilakukan secara terpadu di lima titik, yakni Puskesmas Cipongkor yang menangani 116 siswa, Bidan Desa Sirnagalih 13 orang, RSUD Cililin 27 orang, Posko Kecamatan Cipongkor 127 orang, dan RSIA Anugrah 18 siswa.
Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah mengingat masih ada korban-korban baru yang terus berdatangan dan didata oleh petugas.
Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan setempat terus memantau situasi untuk memastikan semua korban mendapat perawatan optimal.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah, karena pendataan terus dilakukan.
“Penanganan medis sudah disiapkan di beberapa titik, termasuk di puskesmas, rumah sakit, dan posko darurat. Polda Jabar bersama instansi terkait akan terus memantau dan memastikan korban mendapatkan perawatan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Baca juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Lebih Kecil Dibanding Penuh Waktu? Simak Perbedaan Besaran dan Tunjangannya
Kombes Hendra menambahkan, kepolisian akan bekerja sama dengan dinas terkait menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini.
Aparat kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait menelusuri sumber makanan MBG yang diduga menjadi penyebab insiden.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan korban pada tim medis yang siaga di lapangan.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Saat ini tim kesehatan fokus pada penanganan korban, sementara aparat Kepolisian akan membantu memastikan penyelidikan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan fasilitas dan bantuan, termasuk penyediaan bahan bakar bagi ambulans yang kehabisan stok.
"Terkait mobilisasi mobil ambulans yang jumlahnya 41 ambulans, barusan laporan kehabisan bahan bakar, saya sudah telepon Pertamina wilayah Cililin, sudah siap melayani, saya sampaikan jangan tutup sampai jam 12 (malam)," katanya.
Baca juga: 6 Jabatan yang Bisa Dilamar Peserta usia 40 Tahun di CPNS 2026, Ada Dokter hingga Perekayasa