Berita Nasional
4 Jenderal Purnawirawan TNI Digadang Jadi Menko Polkam Baru, Bakal Dilantik Prabowo Sore Ini
Empat jenderal purnawirawan, termasuk Gatot Nurmantyo dan Dudung Abdurachman, digadang jadi Menko Polkam baru, siap dilantik Prabowo sore ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/4-calon-menko-polkam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik Menko Politik dan Keamanan (Polkam) baru sore ini, Rabu (17/9/2025), di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Posisi ini kosong setelah Budi Gunawan dicopot awal bulan lalu, dan saat ini dijabat sementara oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Empat nama purnawirawan jenderal disebut menjadi kandidat kuat pengisi kursi Menko Polkam, yaitu Gatot Nurmantyo, Djamari Chaniago, Dudung Abdurachman, dan AM Putranto.
Posisi Menko Polkam menuntut pengalaman luas dalam bidang politik, pertahanan, dan keamanan.
Pelantikan ini menjadi sorotan publik karena posisi Menko Polkam memegang peran penting dalam mengoordinasikan kebijakan dan pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang politik dan keamanan, termasuk koordinasi lintas kementerian dan lembaga strategis.
Tak heran jika Presiden Prabowo Subianto menggadang empat calon dari unsur TNI.
Latar belakang militer dianggap memberikan pengalaman strategis, kemampuan koordinasi lintas lembaga, serta kedisiplinan tinggi yang dibutuhkan untuk menangani kebijakan keamanan nasional.
Figur TNI juga dipandang mampu menjaga stabilitas politik sekaligus mengawasi pelaksanaan strategi pertahanan secara efektif.
Sehingga patutlah Prabowo memilih orang kepercayaannya dari unsur TNI karena memiliki pengalaman dan jejak panjang di berbagai satuan strategis mulai dari Panglima TNI hingga Kepala Staf Kepresidenan.
Dilansir dari Tribunnews.com, Berikut sosok dan rekam jejak 4 purnawirawan jenderal yang dijagokan jadi Menko Polkam
Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo merupakan seorang purnawirawan jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia adalah Panglima TNI periode 2015-2017 di era pertama pemerintahan Presiden Jokowi.
Pria kelahiran Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada 13 Maret 1960 itu merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982.
Gatot Nurmantyo memiliki rekam jejak karier yang mentereng.
Ia menamatkan Akademi Militer pada 1982 dan mulai bergabung Pangdam V/Brawijaya hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat, sebelum akhirnya diangkat menjadi Panglima TNI.
Gatot dikenal memiliki pengalaman strategis dan kepemimpinan yang kuat dalam urusan pertahanan dan keamanan nasional.
Djamari Chaniago
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949, Djamari Chaniago meniti karier di TNI AD sejak lulus dari Akademi Militer (AKABRI) pada tahun 1971.
Hampir seluruh penugasannya berada di lingkungan baret hijau alias Kostrad TNI AD.
Djamari yang pensiun dengan pangkat Letjen TNI ini telah malang melintang di TNI Angkatan Darat dengan menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat, hingga menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi dan Panglima Kostrad.
Djamari Chaniago juga pernah menduduki jabatan Wakil Kepala Staf TNI AD dan Kepala Staf Umum TNI sebelum pensiun pada tahun 2004.
Djamari sempat menjadi anggota MPR RI dari Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat (1997–1998) dan Fraksi ABRI (1998–1999), ketika di MPR, ABRI masih memiliki perwakilan.
Setelah pensiun dari militer, Djamari tetap aktif dalam dunia sipil.
Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk memimpin komunitas motor besar (moge) di Sumatera Barat.
Djamari Chaniago juga menerima berbagai penghargaan atas pengabdiannya, seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi, serta medali dari PBB dan Malaysia.
Anto Mukti Putranto
Anto Mukti Putranto atau yang kerap dipanggil AM Putranto lahir pada 26 Februari 1964 di Jember, Jawa Timur. Dia merupakan putra dari pasangan H. Mukti Hartoyo dan Hj. Sukaningsih.
M Putranto merupakan tamatan taruna berprestasi di Akabri Magelang dan bahkan menjadi empat besar lulusan terbaik tahun 1987.
Sepanjang karier militernya, AM Putranto telah menempuh berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar kecabangan Infanteri, pendidikan lanjutan perwira, hingga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).
Letjen TNI (Purn) AM Putranto secara resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada hari Senin (21/10/2024).
Am Putranto selama bertugas dikenal sebagai sosok yang disiplin, profesional serta berpengalaman dalam manajemen staregis militer dan sipil.
Dudung Abdurachman
Mantan Kepala Staf TNI AD, Jenderal Purn Dudung Abduracham saat ini merupakan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional/Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran 19 November 1965 di Bandung, Jawa Barat itu adalah putra dari pasangan Nasuha dan Nasyati yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.
Dilansir dari Kompas.com, pendidikannya dimulai dari SDN Patrakomala Bandung dari 1972 hingga 1979.
Setelah lulus, ia melanjutkan ke SMP Kartika XIX-1 Bandung dan menyelesaikannya pada tahun 1982.
Pendidikan menengahnya ia jalani di SMAN 9 Bandung hingga lulus pada tahun 1985.
Dari sini, Dudung menapaki jalan menuju Akademi Militer (Akmil) yang menjadi gerbang awal karier militernya.
Ia merupakan lulusan Akmil angkatan 1988, dan sejak itu, ia mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan TNI.
Salah satu tonggak penting dalam karier militernya adalah ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2021, posisi yang Dudung emban hingga menjelang masa pensiunnya pada tahun 2023.
Dudung ini berpengalaman dalam strategi pertahanan, kepemimpinan militer, dan kebijakan industri pertahanan nasional. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Berita Nasional
Calon Menko Polkam
jenderal purnawirawan TNI
Budi Gunawan
Presiden Prabowo Subianto
Djamari Chaniago
Gatot Nurmantyo
AM Putranto
Dudung Abdurachman
| Hadapi Lonjakan Trafik Ramadan, Telkomsel Pamasuka Optimalkan 71 Titik dan Siagakan 33 Posko |
|
|---|
| Fajar Sadboy Buka Suara usai Diludahi Indra Frimawan di Podcast Deddy Corbuzier: Itu Hanya Bercanda |
|
|---|
| Aniaya Kakak hingga Meninggal, Pelajar di Jakut Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Terlambat Bayar Zakat Fitrah, Masih Sah atau Berdosa? Ini Penjelasan Lengkapnya |
|
|---|
| Pengusaha Rokok Madura Usulkan Tarif Cukai SKM Rp150–Rp250 per Batang ke Menkeu Purbaya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.