TNI Vs Ferry Irwandi
Akhiri Polemik, TNI Telepon Ferry Irwandi dan Saling Bermaafan
Polemik antara TNI dan CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, yang sempat memanas di media sosial, kini berakhir damai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/POLEMIK-BERAKHIR-Aktivis-sekaligus-CEO-Malaka-Project-Ferry-Irwandi.jpg)
Menanggapi kabar tersebut, Ferry Irwandi menyatakan dirinya tidak gentar. Melalui akun Instagramnya, ia menegaskan siap menjalani proses hukum.
“Saya akan jalani, saya enggak akan playing victim, merengek-rengek, tidak gitu. Kalau memang mau diproses hukum, ya ini kan negara hukum, kita jalani bersama,” ujar Ferry.
Profil Ferry Irwandi
Ferry Irwandi lahir di Jambi pada 16 Desember 1991.
Ia dikenal sebagai konten kreator, influencer, sekaligus aktivis.
Dia juga dikenal sebagai pendiri Malaka Project, yaitu platform edukasi digital yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia dengan pemikiran kritis, empati dan pandangan ilmiah terhadap isu sosial.
Juga membantu mahasiswa yang kesulitan memenuhi finansial melalui program beasiswa.
Sebelum menekuni dunia konten, Ferry sempat bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan sebagai videografer humas.
Ia mengundurkan diri pada November 2022 setelah 10 tahun berkarier, lalu fokus sebagai pembuat konten.
Ferry aktif di YouTube sejak 2010 dengan konten edukasi seputar politik, keuangan, filsafat stoisisme, hingga isu sosial.
Ia juga sering mengkritik fenomena negatif, termasuk promosi judi online oleh influencer.
Selain itu, Ferry menempuh pendidikan di STAN dan sempat hampir Drop Out akibat nilai rendah.
Namun, ia berhasil lulus dengan nilai akhir 3,61. Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Central Queensland University, Australia, serta mengaku proposal disertasinya diterima di Monash University.
“IP tinggi itu tidak menjamin masa depan, betul? Apalagi rendah. Jadi ingat tanggung jawab pertama kalian itu adalah menyelesaikan pendidikan sebaik-baiknya. Setuju gak? Mahasiswa itu adalah agen dari perubahan gitu. Bukan perubahan itu sendiri teman-teman. Kalau kalian jadi agen perubahan maka semakin besar kapasitas kalian, semakin bisa kalian bertanggung jawab dengan ilmu pengetahuan yang kalian miliki,” ucapnya.
Popularitasnya meningkat setelah menjadi tamu di siniar "Close the Door" milik Deddy Corbuzier pada April 2022.[3]
Pada tahun 2023, Ferry bersama beberapa selebriti internet seperti Jerome Polin dan Coki Pardede meluncurkan Malaka Project di Djakarta Theater.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas dan akses pendidikan sebagai kontribusi untuk visi Indonesia Emas 2045.
Ferry juga kerap berkolaborasi dengan tokoh-tokoh lain seperti Fathia Izzati, Rizky Arief Dwi Prakoso, Cania Citta, Aurelia Vizal, Angellie Nabilla, dan Dea Anugrah.
Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan TribunJakarta.com