Reshuffle Kabinet
3 Calon Nama Jenderal Purnawirawan Muncul Jadi Kandidat Kuat Menko Polkam Prabowo
Dalam Reshuffle Kabinet kali ini, Presiden Prabowo memberhentikan lima menteri dan melantik empat menteri baru serta satu wakil menteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Reshuffle-Kabinet-xcv-hkhj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Budi Gunawan dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) dalam reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025), muncul tiga nama kuat yang disebut-sebut bakal mengisi kursi panas tersebut.
Dalam Reshuffle Kabinet kali ini, Presiden Prabowo memberhentikan lima menteri dan melantik empat menteri baru serta satu wakil menteri.
Namun, Reshuffle Kabinet ini masih menyisakan tanda tanya besar, karena Menteri Koordinator Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dijabat Budi Gunawan dan Dito Ariotedjo belum terisi.
Baca juga: Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan Dibuka hingga 14 September! Simak Posisi dan Syarat Lengkapnya
Baca juga: BSU untuk Gaji di Bawah Rp10 Juta Lanjut di 2025, Ini Syarat dan Besaran Bantuan
Berikut daftar Menteri yang diberhentikan dan Menteri yang baru dilantik:
Lima Menteri yang Diberhentikan:
- Budi Gunawan (Menteri Koordinator Politik dan Keamanan)
- Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
- Abdul Kadir Karding (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia)
- Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi)
- Dito Ariotedjo (Menteri Pemuda dan Olahraga)
Menteri Baru yang Dilantik
Dari lima posisi yang kosong, Prabowo melantik empat menteri pengganti dan satu wakil menteri:
- Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani
- Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding
- Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi
- Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah (posisi baru)
- Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah
Nama Calon Menko Polkam yang Menguat
Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi menyoroti sejumlah nama yang diperbincangkan masyarakat dan berpotensi mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) setelah Budi Gunawan dicopot.
Fahmi mengatakan bahwa nama pertama yang berpeuang ialah Sjafrie Sjamsoeddin yang saat ini menjadi Menteri Pertahanan sekaligus Menko Polkam ad interim.
Dia menilai Sjafrie merupakan figur yang dekat dan dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Pak Sjafrie Sjamsuddin adalah figur senior yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo, dan sedang diberi kepercayaan menjabat ad interim," kata Fahmi kepada wartawan, Jumat (12/9/2025)
Dia juga menanggapi nama lain seperti Hadi Tjahjanto yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Panglima TNI dan Menko Polkam saat pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Baca juga: Sri Mulyani Telepon Seskab & Menhan Sebelum Rumah Dijarah, Tapi Tak Digubris
Baca juga: Sushila Karki Dilantik Jadi PM Sementara Nepal Usai Aksi Berdarah Gen Z Guncang Negeri Himalaya
"(Hadi) mantan Panglima TNI sekaligus mantan Menteri ATR/BPN era Presiden Jokowi, bahkan pernah menjabat Menko Polhukam. Artinya, beliau sudah sangat memahami ritme kerja dan koordinasi di pos ini," kata Fahmi.
Selain itu, ada nama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Tito pernah menjabat sebagai Kapolri dan Menteri Dalam Negeri saat pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.
"Beliau kini menjalani periode kedua sebagai Menteri Dalam Negeri, jelas punya pengalaman mendalam di bidang politik dalam negeri, birokrasi, dan keamanan," kata Khairul.
Lebih lanjut, dia berharap presiden dapat memilih sosok yang kompeten dan dibutuhkan untuk menjadi Menko Polkam.
"Siapa pun yang dipilih nanti, kriterianya jelas, yakni harus kredibel, komunikatif, dan punya kedekatan politik yang memberi otoritas penuh dalam menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi publik di bidang politik dan keamanan," tandas dia.
Tentang Khairul Fahmi
Khairul Fahmi, adalah Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS).
Lahir di Mataram, 5 Mei 1975. Setamat SMP di kota kelahiran pada tahun 1990, ia meneruskan sekolah di SMA 3 Yogyakarta.
Pada 1993, studinya berlanjut ke Program Studi Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya.
Pada 2013, Fahmi memutuskan untuk fokus mengelola lembaga kajian yang didirikannya, Institute for Security and Strategic Studies (ISESS).
ISESS merupakan sebuah lembaga kajian yang fokus pada isu-isu keamanan dan strategi, khususnya di Indonesia.
Lembaga ini sering memberikan analisis serta pandangan terhadap berbagai topik pertahanan, keamanan, dan isu-isu strategis lainnya, seperti perkembangan industri pertahanan Indonesia dan tantangan dalam pengadaan alutsista.
Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Menko Polkam Ad Interim
Sebelumnya, Menko Polkam Ad Interim sekaligus Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku belum sempat berkomunikasi dengan Menko Polkam sebelumnya yakni Budi Gunawan.
Sjafrie mengatakan hari ini Selasa (9/9/2025) adalah hari pertamanya masuk ke kantor Kemenko Polkam sebagai Menko Polkam Ad Interim.
Sementara itu, surat dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi terkait penunjukkannya sebagai Menko Polkam Ad Interim yang diterima wartawan pada Selasa (9/9/2025) bertanggal 8 September 2025.
"Ini hari pertama saya masuk di kantor Menko Polkam dan ini juga hari pertama saya memberikan arahan yang sebelumnya saya baru saja menerima surat penugasan sebagai Menko Polkam. Jadi saya belum melakukan komunikasi apa-apa," ungkap Sjafrie saat konferensi pers di kantor Kemenko Polkam RI Jakarta Pusat pada Selasa (9/9/2025).
Namun demikian, ia mengucapkan terima kasih kepada Budi Gunawan karena telah menjalankan tugasnya.
Ia juga berterima kasih kepada para Staf Khusus Budi Gunawan yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan waktunya.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Jenderal Polisi Purnawirawan Budi Gunawan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selaku Menko Polkam," ungkap Sjafrie.
"Dan juga saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua Staf Khusus Menteri Koordinator Polkam yang sudah memberikan sumbangan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membantu Menko Polkam yang sudah selesai menjalankan tugasnya," lanjut dia.
Dia juga mengungkapkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukannya tersebut.
Baca juga: Gaji ASN Akan Diubah Total! Sistem Single Salary Masuk RAPBN 2026
Baca juga: PPPK Paruh Waktu 2025 Termasuk Golongan ASN? Simak Penjelasan dan Status dan Gajinya
Sjafrie mengatakan Presiden Prabowo memberikannya wewenang untuk mengambil langkah yang efisien dan efektif untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai Menko Polkam Ad Interim.
"Arahan yang diberikan kepada saya adalah melanjutkan tugas pokok dari Kementerian Koordinator Polkam. Dan saya diberi kewenangan untuk mengambil langkah-langkah yang efisien, efektif agar supaya semua pekerjaan bisa berjalan lancar," ucap Sjafrie.
"Itulah sebabnya saya datang ke sini untuk memberikan pengarahan, arahan saya adalah revitalisasi organisasi di Kementerian Koordinator Polkam," pungkasnya
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.