DPR RI
Rekam Jejak Siti Husniaty Kementeria Agama, Calon Pengganti Rahayu Saraswati di DPR RI
Sara, sapaan akrabnya, dikenal sebagai sosok vokal dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan anak muda selama duduk di Senayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Siti-Husniaty-dan-Rahayu-Saraswati-xcn.jpg)
Suaranya mencapai 15.675.
Selama ini, dia bekerja sebagai honorer.
Dalam data KPU, Siti Husniaty menyampaikan pekerjaannya adalah seorang Honorer Penyuluh Agama Kementerian Agama Dki Jakarta, 2014-2019
Saat ini, ia bekerja sebagai Bendahara Pondok Pesantren Daar El-Hikam Sukabumi.
Kiprah Organisasi dan Dunia Dakwah
Perjalanan kiprah dakwah dan pengabdian sosialnya tidak lepas dari keterlibatan aktif dalam berbagai organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan.
Sejak tahun 2005, Siti Husniaty memulai langkahnya bersama Muslimat NU Jakarta Utara di Bidang Dakwah hingga tahun 2008.
Selepas itu, pengabdiannya semakin luas dengan dipercaya sebagai Ketua FKMR Jakarta Utara dalam wadah Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) DKI Jakarta sejak tahun 2008 hingga 2021.
Amanah kepemimpinan juga kembali diemban saat menjabat sebagai Ketua Korps Mubalighoh DKI Jakarta di bawah naungan Bakomubin pada periode 2017–2022.
Dedikasi tersebut berlanjut dengan kiprahnya di Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Majelis Taklim (LP3M) DKI Jakarta, di mana ia dipercaya sebagai Wakil LP3M untuk periode 2023–2028.
Selain itu, ia juga tercatat aktif sebagai anggota Permata (Persatuan Masyarakat Betawi) sejak tahun 2020 hingga 2025.
Tidak hanya melalui organisasi, ia terus memperkaya kompetensinya lewat berbagai kursus dan pendidikan pelatihan. Tahun 2015, ia mengikuti Pelatihan Manajemen Pengelola Majelis Taklim di Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh KODI (Koordinasi Dakwah Islam).
Dua tahun kemudian, pada 2017, ia menuntaskan dua diklat sekaligus: Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Strategi dan Metode Penyuluhan Masyarakat Penyuluhan Agama Islam oleh Kementerian Agama, serta Pembinaan Manajemen Dakwah Majelis Taklim oleh KODI DKI Jakarta.
Pada tahun 2018, ia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Penyuluhan Agama Non-PNS Angkatan II yang difasilitasi Kementerian Agama, dilanjutkan dengan Diklat Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Non-PNS Angkatan V pada 2019.
Terakhir, pada 2020, ia menambah pengalamannya melalui Penguatan Kompetensi Penceramah Agama yang diselenggarakan FKMT DKI Jakarta.
Alasan Sara Mundur
Meski menyatakan mundur, dia berharap untuk tetap menyelesaikan satu tanggung jawab terakhirnya, yaitu pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan di Komisi VII.