Berita Nasional
Prabowo Lantik Purbaya Gantikan Sri Mulyani, Ini Curhat Sang Mantan Menkeu
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Senin (8/9/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menkeu-tergantikan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada Senin (8/9/2025).
Pelantikan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Sri Mulyani sebagai bendahara negara yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun di tiga pemerintahan berbeda.
Namun di balik seremoni resmi tersebut, tersimpan kisah pribadi yang mengundang empati.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap curahan hati Sri Mulyani yang ternyata sudah dua kali mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo sebelum akhirnya digantikan lewat reshuffle kabinet.
Sri Mulyani resmi menyerahkan jabatan menteri keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa (9/9).
Purbaya Yudhi Sadewa dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani pada hari Senin (8/9).
Sri Mulyani ternyata sempat mengajukan pengunduran diri dari kabinet Presiden Prabowo sebelum di reshuffle.
Mahfud MD bocorkan curhatan Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Hari ini 12 Sept 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Adapun Mahfud MD membocorkan curhatan Sri Mulyani terkait alasannya ingin mundur dari jabatan Menteri Keuangan.
Kata Mahfud MD, Sri Mulyani sampai menangis saat menceritakan soal kepiluannya baru-baru ini.
Ternyata ada dua alasan Sri Mulyani tak lagi ingin menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Seperti diketahui, Sri Mulyani masuk dalam jajaran menteri yang di-reshuffle Presiden Prabowo.
Sri Mulyani digantikan dengan Purbaya Yudhi Sadewa di posisi Menteri Keuangan.
Pada Selasa (9/9/2025) Sri Mulyani resmi melepas statusnya sebagai Menteri Keuangan dan menyerahkannya kepada Purbaya Yudhi Sadewa.
Keputusan Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya sempat memicu perbincangan publik.
Khalayak dibuat terkejut dengan reshuffle tersebut namun tak lagi heran.
Sebab isu Sri Mulyani minta mundur dari jabatan sebagai menteri telah terdengar sebelumnya.
Hal tersebut juga diakui oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Diakui Mahfud, isu Sri Mulyani sudah sejak lama ingin mengakhiri jabatanya sebagai Menteri Keuangan sudah diketahui sejak lama.
Namun di tahun-tahun lalu, isu tersebut cuma kabar angin yang tak diketahui kebenarannya oleh Mahfud.
Berbeda dengan di tahun 2025 ini, Mahfud MD mengaku telah memastikan kebenaran dari isu Sri Mulyani minta mundur dari jabatan Menteri.
Bahkan kata Mahfud, Sri Mulyani sampai dua kali mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya mendengar beliau (Sri Mulyani) memang, kalau yang dari dulu saya dengar juga tapi belum mendalami, tapi yang akhir-akhir sampai pemecatannya ini, saya mendengar bahwa beliau memang sampai dua kali minta mengundurkan diri kepada Presiden Prabowo tapi belum dikabulkan sampai akhirnya di-reshuffle," ungkap Mahfud MD dalam tayangan Youtube Leon Hartono, Kamis (11/9/2025).
Diungkap Mahfud, Sri Mulyani memang telah lama mengajukan pengunduran diri ke Presiden Prabowo.
Pengajuan itu akhirnya diterima Prabowo dalam bentuk reshuffle kabinet di awal September 2025 lalu.
"Ya istilahnya diganti, tapi sebenarnya proses yang mendahului untuk bu Sri Mulyani itu ya beliau mengajukan permohonan pengunduran diri dan itu disampaikan ke beberapa teman, dia sudah mengajukan pengunduran diri tapi belum dijawab, akhirnya diberhentikan dengan reshuffle, sama saja," ujar Mahfud MD.
Lebih lanjut, Mahfud mengurai dua alasan Sri Mulyani ingin segera menyudahi perannya sebagai menteri.
Alasan pertama, Sri Mulyani kecewa karena negara tak hadir melindunginya secara maksimal saat rumahnya dijarah.
Perihal penjarahan, Sri Mulyani tetap berpikiran positif.
Namun saat menyadari bahwa tak banyak aparat yang datang menjaga rumahnya saat penjarahan terjadi, Sri Mulyani kecewa berat.
Baca juga: Pendaftaran Segera Ditutup, 2 Jabatan Kadis di Kabupaten Gorontalo Sepi Peminat
"Beliau (Sri Mulyani) sangat kecewa saya dengar 'kenapa rumah saya sampai dijarah seperti itu, negara tidak memberikan perlindungan yang cukup'. Kalau negara bisa mengatakan 'itu kan terjadi tiba-tiba'. Tapi semestinya diantisipasi kan, kalau sudah terjadi di rumah Sahroni, meskinya di tempat pejabat itu dijaga," kata Mahfud MD.
Diceritakan Mahfud, memang rumah Sri Mulyani baru dijaga ketat aparat setelah terjadi penjarahan kedua.
"Di rumah dia (Sri Mulyani) itu ketika terjadi penjarahan pertama, dia telepon ke pejabat berwenang, dikirim TNI tapi sedikit. Dua jam kemudian datang lagi penjarahan. Baru dikirim (TNI) agak banyak, tapi udah terlanjur dijarah juga," pungkas Mahfud.
Lalu alasan kedua, Sri Mulyani mengaku sedih karena ia bak disamakan dengan sosok Ahmad Sahroni.
Sri Mulyani tak terima kenapa rumahnya ikut dijarah sama seperti yang terjadi pada anggota DPR Sahroni.
"Yang saya dengar sih keluhannya (Sri Mulyani) 'saya sih enggak apa-apa orang menjarah mungkin karena butuh. Tapi saya tetap kecewa karena penjagaan dari aparat kurang'. Yang kedua 'saya disamakan dengan Sahroni'. Disamakan dengan Sahroni itu kan enggak enak. Dia nangis di situ, katanya. Kalau katanya ini artinya dari sumber-sumber yang pernah bertemu langsung dengan bu Sri Mulyani dan bisa dipercaya," ujar Mahfud MD.
Perihal penyebab rumah Sri Mulyani tak dijaga ketat sebelum penjarahan, Mahfud mengurai analisanya.
"Saya kira alasannya sederhana, mungkin orang tidak menduga sehingga penjagaannya biasa saja. Mungkin karena bu Sri Mulyani dianggap bersih, enggak akan ada apa-apa. Tapi kok tiba-tiba datang, baru minta bantuan. Tapi sudah itu datang banyak lagi, baru datang pengamanan sesudah penjarahan terjadi," imbuh Mahfud MD.
Atas penggantian jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani, Mahfud tampak kecewa.
Sebab kata Mahfud, Sri Mulyani nyatanya memenuhi syarat penting seorang pejabat yang baik.
"Bu Sri Mulyani itu memenuhi tiga syarat yang diperlukan untuk menjabat. Satu, profesionalisme dia sangat kompeten. Kedua, track record luar biasa di nasional sampai internasional. Integritasnya juga bagus, saya kenal dan dia bagus,"
Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan yang sudah 15 tahun menjadi Menteri Keuangan.
Ia pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan di tahun 2005 sampai 2010 era Presiden SBY.
Setelah tak lagi menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun diamanahkan posisi sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia tahun 2010.
Hingga akhirnya di tahun 2016, Sri Mulyani dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Keuangannya.
Jabatan sebagai Menteri Keuangan itu diemban Sri Mulyani hingga tahun 2024.
Lalu di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani kembali mengemban amanah yang sama yakni menjadi Menteri Keuangan.
Namun belum setahun menjabat, Sri Mulyani digantikan dengan Purbaya Yudhi Sadewa sejak 8 September 2025.
Sri Mulyani Minta Maaf
Sri Mulyani meminta maaf kepada rakyat Indonesia selama menjadi menteri keuangan, pada Selasa (09/09).
"Tidak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan," kata Sri Mulyani dalam pidato perpisahannya sekaligus menyerahkan jabatannya kepada menteri keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
"Dan untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf," tambahnya.
Didampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sri Mulyani kemudian berujar agar penggantinya dan seluruh jajaran kemenkeu "menjaga keuangan negara".
Dia juga mengaku mendapat "kehormatan dan keistimewaan" selama diberi kepercayaan untuk membantu presiden sebagai menkeu selama ini.
Baca juga: BPJS Kesehatan Monev Bersama Pimpinan FKRTL di Gorontalo, Dorong Optimalisasi Layanan Kesehatan
Sri Mulyani di Reshuffle
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan di Kabinet Merah Putih.
Sebagai pemegang hak prerogatif, Prabowo mencopot Sri Mulyani serta empat orang lainnya.
Mereka adalah Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan.
Dari kelima orang tersebut, pada Senin kemarin di Istana Negara, Jakarta, Prabowo langsung melantik tiga sosok pengganti.
Berikut sosok
-Menteri Keuangan: Sri Mulyani kini diganti Purbaya Yudhi Sadewa
-Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi kini dijabat oleh Ferry Juliantono
-Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI): Abdul Kadir Karding diganti oleh Mukhtarudin
Dua posisi menteri lainnya yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, masih kosong.
Dalam momen yang sama, Prabowo juga membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Adapun kursi Menteri Haji dan Umrah diisi Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah diisi Dahnil Anzar Simanjuntak.
Setelah itu, Prabowo pun mengambil sumpah dari para menteri dan wakil menteri (wamen) yang akan dilantiknya.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara."
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo yang diikuti para menteri yang baru.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.