Berita Nasional
Dari Pacitan ke Istana, Begini Perjalanan Hidup SBY Presiden ke-6 RI yang Berulang Tahun Hari Ini
Hari ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono genap 76 tahun. Dari Pacitan hingga Istana, beginilah perjalanan hidupnya.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari ini, tepat di 9 September 2025, menjadi momen istimewa bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, yang merayakan ulang tahunnya ke-76.
Lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949, SBY dikenal sebagai sosok pemimpin yang mengawali era pemilihan presiden langsung oleh rakyat.
Dua periode kepemimpinannya, dari 2004 hingga 2014, mencatat sejarah penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Perjalanan hidup SBY penuh warna, mulai dari karier militernya yang cemerlang hingga dipercaya rakyat untuk memimpin Indonesia selama dua periode.
Dilansir dari TribunKaltim.co, Sebelum terjun ke dunia politik, SBY adalah seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang meniti karier militer dengan prestasi gemilang.
Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1973 dan penerima lencana Adhi Makayasa.
Baca juga: Moch Irfan Yusuf Resmi Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama di Indonesia, Ini Profil dan Sosoknya
Pengalaman militernya yang luas, termasuk pendidikan di Amerika Serikat dan penugasan di Timor Timur, membentuk karakter kepemimpinan yang disiplin dan strategis.
Perjalanan dari Komandan Peleton hingga jabatan Kepala Staf Teritorial ABRI menunjukkan dedikasi dan kapasitasnya dalam bidang pertahanan dan keamanan.
SBY adalah anak tunggal dari pasangan R Soekotjo dan Sitti Habibah.
Darah militer menurun dari ayah SBY yang merupakan pensiunan sebagai Letnan Satu.
Sementara itu, ibunya, Sitti Habibah, adalah putri dari pendiri Pondok Pesantren Tremas di Pacitan.
SBY mendapat pendidikan dasar di Sekolah Rakyat. Ketika duduk di bangku kelas 5, SBY mulai kenal dengan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah.
AMN kemudian berubah nama menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).
Setelah itu, SBY bertekad untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tentara selepas SMA pada 1968.
Namun, SBY sempat terlambat mendaftar ke Akabri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SBY-Presiden-ke-6-RI.jpg)