Berita Nasional
Dari Pacitan ke Istana, Begini Perjalanan Hidup SBY Presiden ke-6 RI yang Berulang Tahun Hari Ini
Hari ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono genap 76 tahun. Dari Pacitan hingga Istana, beginilah perjalanan hidupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SBY-Presiden-ke-6-RI.jpg)
Setelah itu, SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Selama 1982–1983, dia mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, di AS.
SBY juga sempat mengikuti Jungle Warfare School di Panama pada tahun 1983, Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman pada 1984 dan Kursus Komando Batalyon pada 1985.
Di saat bersamaan, SBY menjabat sebagai Komandan Sekolah Pelatih Infanteri pada 1983 hingga 1985.
Setelah itu, karier militer SBY terus naik. Pada 1996 hingga 1997, SBY menjabat sebagai Pandam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasdan dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998).
Kemudian pada 1998 hingga 1999, SBY menjabat sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI.
Menjadi Presiden RI
Selain di militer, SBY juga berkarier di bidang politik.
Baca juga: Bansos PKH BPNT Cair! Ini Cara Mudah Cek Status Pencairannya Lewat Web dan Aplikasi Resmi
Hal itu dimulai ketika ia menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sebelumnya, pada 27 Januari 2000, SBY memutuskan pensiun dini dari militer.
Tak lama kemudian, SBY ditunjuk Gus Dur untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (Menkopolsoskam).
Kemudian, pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, SBY dipercaya menjabat Menkopolsoskam hingga 11 Maret 2004.
Pada 2004, SBY maju sebagai calon presiden dengan didampingi Jusuf Kalla untuk memenangi Pemilu 2004 setelah mengalahkan pasangan Megawati–Hasyim Muzadi.
Ia kemudian menjabat sebagai presiden Indonesia periode 2004–2009.
Pada Pemilu 2009, SBY maju lagi sebagai calon presiden dengan didampingi Boediono.
SBY akhirnya memimpin Indonesia selama 10 tahun atau dua periode.