Gerhana Bulan Total

Jam Berapa Gerhana Bulan Malam Ini? Cek Jadwal Lengkap hingga Mitos-mitosnya

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Gerhana Bulan Total akan dimulai pada Minggu malam (7/9/2025).

Editor: Fadri Kidjab
Sumber Foto: Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo
GERHANA BULAN - Ilustrasi gerhana bulan saat terlihat pada pukul 21.22 Wita dari Pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (26/5/2021). Malam hari ini, Gerhana Bulan Total akan kembali menghiasi langit Indonesia, mulai Minggu (7/9/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Gerhana Bulan Total akan dimulai pada Minggu malam (7/9/2025).

Puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada dini hari Senin, (8/9/2025). 

Peristiwa ini akan berlangsung selama 5 jam 39 detik secara keseluruhan.

Berikut adalah rincian jadwalnya berdasarkan zona waktu di Indonesia dikutip TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Minggu (7/9/2025).

Fase Gerhana Penumbra (mulai terlihat)

WIB: Minggu, 7 September 2025, pukul 22.26

WITA: Minggu, 7 September 2025, pukul 23.26

WIT: Senin, 8 September 2025, pukul 00.26

Puncak Gerhana

WIB: Senin, 8 September 2025, pukul 01.11

WITA: Senin, 8 September 2025, pukul 02.11

WIT: Senin, 8 September 2025, pukul 03.11

Fase Gerhana Total Berakhir

WIB: Senin, 8 September 2025, pukul 01.53

WITA: Senin, 8 September 2025, pukul 02.53

WIT: Senin, 8 September 2025, pukul 03.53

Gerhana Berakhir (fase penumbra berakhir)

WIB: Senin, 8 September 2025, pukul 03.56

WITA: Senin, 8 September 2025, pukul 04.56

WIT: Senin, 8 September 2025, pukul 05.56

Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan Gerhana

Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia asalkan cuaca cerah. 

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, cari lokasi yang tinggi dan minim polusi cahaya, seperti:

  • Atap rumah, teras, atau balkon.
  • Lapangan terbuka atau taman.
  • Wilayah yang jauh dari lampu kota.

Anda bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Namun, jika ingin melihat detail lebih jelas, gunakan teropong atau teleskop.

Dampak Gerhana Bulan Total
 
Secara astronomi, Gerhana Bulan Total memiliki dampak yang serupa dengan bulan purnama. 

Ahli dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa dampak utamanya adalah potensi pasang air laut yang maksimum, yang dapat menyebabkan banjir rob di beberapa kawasan pesisir dan mengganggu transportasi laut.

Mitos-mitos tentang Gerhana Bulan

Dilansir TribunGorontalo.com dari NU Online berikut beberapa mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia.

1. Bulan Dimakan Raksasa atau Batara Kala

Mitos ini sangat populer di kalangan masyarakat Jawa. 

Mereka percaya bahwa gerhana terjadi karena bulan sedang dimakan oleh makhluk mitologi seperti Batara Kala. 

Untuk mengusirnya, masyarakat akan membuat keributan dengan menabuh lesung atau alat lainnya.

2. Pertanda Bencana atau Kematian

Sebagian masyarakat meyakini bahwa gerhana adalah pertanda akan datangnya musibah besar, seperti wabah penyakit atau kematian seorang tokoh penting.

3. Berbahaya bagi Ibu Hamil

Mitos yang sangat umum beredar adalah larangan bagi ibu hamil untuk melihat gerhana karena dikhawatirkan janin yang dikandung akan lahir tidak sempurna.

Nahdlatul Ulama (NU) menjelaskan bahwa pandangan-pandangan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan ilmu pengetahuan. 

NU mengajak umat Islam untuk menyikapi gerhana dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sebagai momen untuk memperbanyak ibadah.

Oleh karena itu, ketika terjadi gerhana, NU menganjurkan umat Islam untuk:

Melaksanakan salat sunah gerhana (salat khusuf). Hukumnya adalah sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan).

Memperbanyak zikir, takbir, istighfar, doa, dan sedekah.

Merenungi kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jam Berapa Gerhana Bulan Total 7 September Besok? Ini Jadwal dan Lokasi Melihatnya"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved