Berita Nasional
Sri Mulyani Diisukan Mundur, Menteri Ekonomi Peringatkan Dampak Guncangan ke Rupiah dan IHSG
Sejumlah ekonom memperingatkan, jika isu ini benar-benar menjadi kenyataan, maka pasar keuangan Indonesia bisa mengalami guncangan besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menke-RI.jpg)
Menurutnya, figur penerus Bendahara Negara akan sangat menentukan arah kebijakan fiskal dan sentimen investor.
“Apakah memang ada tokoh lain atau kan justru nanti akan diisi dari posisi wakil menteri yang sekarang? Jadi memang ini agak risky juga ya dari sisi perekonomian kalau menurut saya,” ucapnya.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menyampaikan pandangan serupa.
Menurutnya, kabar mundurnya Sri Mulyani berpotensi melemahkan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Ibu Sri Mulyani yang mundur apakah berdampak pada pasar? Ya tentu. Political announcement itu secara empiris akan berdampak pada nilai tukar dan IHSG,” kata Esther.
Isu pengunduran diri Sri Mulyani bukan hal baru.
Pada Maret lalu, rumor serupa sempat muncul ketika ia menemui Presiden Prabowo Subianto pada 12 Maret 2025.
Isu yang sama juga pernah beredar pada 2018 dan 2024 saat pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Kala itu, rumor tersebut dibantah oleh Jokowi dan Sri Mulyani.
Kali ini, isu mencuat dengan beragam narasi.
Ada yang menyebut Sri Mulyani menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo.
Narasi lain menyebut Prabowo memanggilnya ke Hambalang, Bogor.
Isu makin santer setelah rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah, Minggu (31/8/2025) dini hari.
Dua Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono dan Suahasil Nazara, bungkam saat dimintai keterangan.
“Nanti ya, nanti ya. Nanti setelah rapat kabinet,” ujar Thomas di Istana Kepresidenan, Minggu.