Berita Viral
Bukan Pendemo, Hanya Ojol Cari Nafkah: Umar Ditarik, Dipukul, dan Patah Tulang di Tengah Ricuh Demo
Umar mengatakan, saat itu ia baru saja menurunkan penumpang dan hendak beristirahat setelah salat magrib di sebuah masjid yang tidak jauh dari lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Moh-Umar-Amirudin-xn.jpg)
"Itu dikira ikut demo, padahal lagi nurunin penumpang terus ditarik. Dia kena pukul," ungkap Siti.
"Bagian rahang geser, terus keretakan di dada, katanya sih tangannya patah," terangnya.
Baca juga: Dari Rp 2,8 M Jadi Rp 328 M: Harta Fantastis Ahmad Sahroni Disorot Usai Rumah Dijarah
Ia menambahkan, Umar sudah lima tahun bekerja sebagai driver ojol di Jakarta.
Adik bungsunya juga ikut menjadi driver ojol dan keduanya tinggal di sebuah kontrakan di Slipi, Jakarta Barat.
Awalnya, beredar kabar Umar meninggal, namun setelah ditelusuri, ia mengalami luka-luka.
"Pastinya sedih, soalnya kan pertama dapat kabar itu meninggal."
"Tapi pada kenyataannya, itu hanya identitas dia aja yang dipakai."
"Belum tahu pasti sih (kondisi terkini Umar), cuma katanya masih nunggu hasil rontgen dari dokter," sambungnya.
Pihak keluarga meminta kasus pengeroyokan Umar diusut meski pelaku anggota kepolisian.
"Dia baik. Kami berharap ada keadilan," katanya.
Kakak Umar, Syaripudin mengungkap, adiknya mengalami luka-luka karena ditendang aparat kepolisian.
Bahkan, Syaripudin mengatakan, ada bekas injakan di kepala sang adik.
"Di tangan ada, di kepala ini bekas injak. Ada bekas injakannya. Ini (lengan) enggak tahu patah atau bagaimana, katanya sakit," ucap Syaripudin.
Syaripudin mengatakan, Umar tak ikut aksi demo di depan Gedung DPR RI, tetapi berada di lokasi kejadian karena mengantar pesanan.
"Dia kan habis narik, jadi enggak ketahuan kalau dia bukan sebagai pendemo," ujarnya.