Berita Viral
Bukan Pendemo, Hanya Ojol Cari Nafkah: Umar Ditarik, Dipukul, dan Patah Tulang di Tengah Ricuh Demo
Umar mengatakan, saat itu ia baru saja menurunkan penumpang dan hendak beristirahat setelah salat magrib di sebuah masjid yang tidak jauh dari lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Moh-Umar-Amirudin-xn.jpg)
Beruntung, sepeda motornya terparkir aman di halaman masjid.
"Motor aman soalnya diparkirin di masjid, HP hilang enggak tahu kemana."
"Saya ke rumah sakit dibawa sama ambulans, dari situ enggak sadar apa apa," kata Umar.
Umar menyebutkan, berdasarkan keterangan dokter, ia mengalami patah tulang iga.
"Kata dokter tulang iga patah satu," jelasnya.
Diketahui, Umar dirawat di RS Pelni Jakarta, kondisinya saat ini berangsur membaik.
Umar mengatakan, hari ini dokter telah membolehkan pulang ke rumah.
"Alhamdulillah hari ini kata dokter diperbolehkan pulang, sekarang masih ngurus administrasi dulu, nunggu petunjuk dokter, jam berapa pulangnya belum tahu," tutur Umar.
Umar berasal dari Kampung Sukamukti RT 01/01, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Ia merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai driver ojol.
Saat mendapat kabar Umar menjadi korban kekerasan aparat, ibu dan keluarganya di Sukabumi sempat kaget.
Kakak Umar, Siti Nur Aisyah (31), menerangkan ibunya, Yoyoh (60), menangis melihat kondisi Umar yang penuh luka.
"Ibu belum bisa ditanya, masih was-was, semalam enggak dikasih tau," ungkapnya, dikutip dari Tribun Jabar.
"Baru tahu barusan karena ramai yang ke sini ada yang ngasih tahu," imbuh Siti.
Menurutnya, Umar tak terlibat demo dan berada di lokasi kejadian setelah mengantar penumpang.