Demo DPR RI

Gas Air Mata, Api, dan Teriakan Ampunan: Cerita di Balik 9 Nyawa yang Hilang

Sebanyak 9 orang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa berujung anarkis di sejumlah daerah di Indonesia pada 25 Agustus-1 September 2025.

Editor: Minarti Mansombo
freepik.com
ILUSTRASI DEMO -- Di tengah kobaran api, tembakan gas air mata, dan dentuman sepatu aparat, suara-suara terakhir para korban menjadi saksi bisu atas demokrasi yang terluka. 

9. Iko Juliant Junior 

Iko Juliant Junior, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2024, meninggal dunia pada Minggu, 31 Agustus 2025, dalam kondisi yang memicu kejanggalan dan pertanyaan publik.

Pada Sabtu, 30 Agustus, Iko pamit kepada ibunya untuk pergi ke kampus mengenakan baju PDH DPM dan membawa jas almamater. Ia sempat memberi kabar bahwa akan menuju Polda Jateng untuk menjemput teman yang ditahan usai aksi demonstrasi.

Pada Minggu pagi, Iko ditemukan dalam kondisi kritis dan diantar ke RSUP dr. Kariadi Semarang oleh kendaraan Brimob.  

Ia mengalami kerusakan limpa dan pendarahan hebat, lalu menjalani operasi. Sebelum meninggal, Iko sempat mengigau, berkata: “Ampun Pak, tolong Pak, jangan pukulin saya lagi”

Sebanyak sembilan orang meninggal dunia, namun aksi unjuk rasa masih tetap berlangsung. Rencananya, pada hari ini, akan digelar gelombang demonstrasi bertajuk “Indonesia (C)emas Jilid II” yang digagas oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). 

Gerakan ini menyuarakan 11 tuntutan utama yang mencerminkan keresahan publik terhadap arah kebijakan negara, terutama menyangkut isu demokrasi, militerisasi, dan keadilan sosial.

Titik Aksi Utama

Jakarta: Kawasan DPR/MPR RI, Monas, dan Polda Metro Jaya

Makassar: DPRD Sulsel dan Kantor Gubernur

Bandung, Garut, Palangkaraya, Ambon, Banjarmasin, dan Yogyakarta: Titik-titik strategis pemerintahan dan kampus

11 Tuntutan BEM SI

  1. Menolak politisasi sejarah dan pengaburan fakta demi kepentingan elite
  2. Menuntut revisi pasal-pasal bermasalah dalam RUU dengan partisipasi publik
  3. Transparansi penuh dalam perjanjian bilateral ekonomi
  4. Audit menyeluruh terhadap izin tambang dan penindakan illegal mining
  5. Batalkan pembangunan lima batalion baru di Aceh
  6. Tolak pengadilan militer di kampus, termasuk Universitas Riau
  7. Cabut UU TNI dan hentikan intimidasi terhadap sipil
  8. Bebaskan mahasiswa yang dikriminalisasi karena menyuarakan pendapat
  9. Tolak promosi LGBT dan dorong regulasi berbasis nilai budaya
  10. Hentikan dwifungsi jabatan sipil-militer
  11. Sahkan RUU Perampasan Aset sebagai senjata antikorupsi3

Aksi ini dipicu oleh kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan, yang terlindas rantis Brimob saat mengantar pesanan di tengah demonstrasi

Baca juga: Pengumuman PPPK Paruh Waktu 2025 Resmi! Begini Cara Isi DRH & Daftar Dokumen yang Dibutuhkan

Publik juga memprotes kenaikan tunjangan DPR, kontroversi RAPBN 2026, dan penjarahan rumah pejabat yang memicu debat nasional tentang kesenjangan sosial

Selain itu dalam selebaran yang diterima, akan digelar ‘Aksi Damai Ojol’ Tebar Sejuta Mawar Kebaikan #KalianBukanMusuhKami

Aksi akan digelar di IRT Monas pada Selasa 2 September 2025 pada pukul 15.00 WIB.

Akan digelar konvoi mulai dari Monas-Kwitang (Mako Brimob), Polres Jakpus, Kodim Kemayoran, Polres Jakut, Polres Jaktim, Monas.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 28 Februari 2026 (10 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:16
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved